STUDI POLA OPERASI IRIGASI TAMBAK KOMODITAS UDANG VANNAMEI DI KOTA PROBOLINGGO

Dewana Nugraha Kevin Caesar Perdhana, M. Janu Ismoyo, Rahmah Dara Lufira

Abstract


Budidaya udang merupakan suatu usaha budidaya perairan yang terkait dengan pemeliaraan udang sejak penetasan telur hingga siap dipanen untuk konsumsi manusia. Udang yang dibudidayakan dapat berupa udang tawar maupun air laut, dengan lokasi pembudidaya tergantung syarat hidup dari udang terkait. Pada kegiatan budidaya, pola operasi irigasi tambak adalah salah satu untuk meningkatkan hasil produksi udang. Studi yang dilakukan di UPT Perikanan Air Payau dan Laut Probolinggo Laboratorium FPIK Universitas Brawijaya memiliki luas 7000 m2 terbagi 4 kolam dengan 3 fungsi yang berbeda yaitu sebagai Kolam Tandon, 2 Kolam Pembesaran dan Kolam Pembuangan. Kolam Pembesaran memiliki central drain untuk membuang sisa-sisa polutan dari hasil produksi agar lebih praktis. Akan tetapi pada budidaya tersebut kurang maksimal dalam penentuan pola operasi tambak. Dalam hal ini disebabkan tambak beroperasi dengan memanfaatkan air laut sebagai sumber air dan fluktuasi pasang surut untuk memenuhi kebutuhan irigasi tambak. Dalam studi ini direncanakan perbaikan elevasi tambak dan elevasi bangunan pintu agar memenuhi kebutuhan. Selain itu bangunan pintu eksisting menggunakan pintu skot balok sering terjadi hambatan dalam pengoperasiannya, maka direncanakan pintu klep otomatis agar mempermudah dalam pengoperasiannya. Dari hasil analisa kebutuhan irigasi tambak (IR) didapatkan 0,368 m3/dt. Direncanakan perbaikan elevasi dasar bangunan pintu klep otomatis +1,60, elevasi dasar Kolam Tandon +1,30, elevasi pematang +3,40, elevasi dasar Kolam Pembesaran +2,20 dan elevasi dasar Kolam Pembuangan +1,60. Simulasi pola operasi irigasi tambak yang telah dilakukan pada awal tanam pada bulan Juli hingga udang dipanen didapatkan waktu 96 hari.

 

Shrimp farming is an aquaculture activity that is concerned with keeping shrimp from hatching until it is ready to be harvested for human consumption. It can be freshwater shrimp or seawater shrimp, depending on the location of the culture for the life requirements of the shrimp. In cultivation activities, the pond irrigation operation patterns is one of the ways to increase shrimp production. The study was carried out at UPT Brackish Water and Marine Fisheries in Probolinggo, the Laboratory of FPIK University of Brawijaya, with an area 7000 m2 divided into 4 ponds with 3 different functions, namely as a reservoir pool, 2 enlargement ponds and a dumping pond. The enlargement pond has a central drain to remove residual pollutants from the production results to make it more practical. However, in this cultivation, it is not optimal in determining the pattern of pond operations. Because the pond operates by utilizing sea water as a source of water and tidal fluctuations to meet the irrigation needs of the pond. In this study, it is planned to improve the elevation of the pond and the elevation of the door building in order to meet the needs. In addition, the existing door building using a block beam often occurs obstacles in its operation, so an automatic valve door is planned to make it easier to operate.. From the analysis of pond irrigation needs (IR), it was obtained 0,368 m3/s. It is planned to improve the basic elevation of the automatic valve door building +1,60, the base elevation of the reservoir pond +1,30, the embankment elevation +3,40, the base elevation of the enlargement pond +2,20 and the base elevation of the dump pond +1,60. Simulation of pond irrigation operation patterns that have been carried out at the beginning of planting in July until the shrimp is harvested obtained 96 days.


Keywords


Pola operasi; Irigasi Tambak; Pasang surut; Pintu klep otomatis

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.