STUDI KELAYAKAN RENCANA PEMBANGUNAN EMBUNG PENIWEN DESA PENIWEN KECAMATAN KROMENGAN KABUPATEN MALANG

Marisa Ayu Ferina, Lily Montarcih Limantara, Moh. Sholichin

Abstract


Abstrak Kabupaten Malang yakni daerah agraris dengan jumlah penduduk 2.544.315 (BPS Kab Malang, 2018), oleh karena itu dibutuhkan ketersediaan air baku untuk irigasi. Pengaruh perubahan iklim, air menjadi berkurang dan banyak mata air yang mati pada musim kemarau, untuk itu pembangunan embung menjadi solusi utama. Studi ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan pembangunan Embung Peniwen ditinjau dari aspek teknis dan aspek ekonomi. Dari analisis teknis Embung Peniwen dapat menampung volume air sebesar 52.032,55 m3 dengan areal irigasi 75 Ha. Sedangkan simulasi tampungan, Embung Peniwen dapat memenuhi kebutuhan air irigasi dengan pola tanam Padi-Padi-Palawija Dari hasil perhitungan diperoleh nilai pembangunan sebesar Rp. 6.185.840.000 termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Kondisi normal diperoleh nilai NPV=Rp. 794.466.428, B/C=1,116, EIRR=14,440%. Kondisi manfaat turun 10%, biaya tetap diperoleh NPV=Rp. 31.998.961, B/C=1,005, EIRR=12,102%. Kondisi manfaat dan biaya tetap, pelaksanaan terlambat 1 tahun diperoleh NPV=Rp. 77.759.182, B/C=1,133, EIRR=12,216%. Disimpulkan bahwa pembangunan Embung Peniwen layak secara teknis dan ekonomi untuk dibangun.

 

Abstract Malang Regency is an agricultural area with a population of 2,544,315 (BPS Kab Malang, 2018), therefore it requires the availability of raw water for irrigation. The effect of climate change is that water is reduced and many springs die in the dry season, so the construction of embung is the main solution. This study aims to determine the feasibility of developing the Peniwen Embung in terms of technical and economic aspects. From the technical analysis, the Peniwen Embung can accommodate a volume of water of 52,032.55 m3 with an irrigation area of 75 hectares. While the storage simulation, Peniwen Embung can meet the needs of irrigation water with the cropping pattern of Rice-Padi-Palawija. From the calculation results, the development value is Rp. 6,185,840,000 including Value Added Tax (VAT). Under normal conditions, the NPV value = Rp. 794,466,428, B / C = 1,116, EIRR = 14,440%. Benefit condition decreased by 10%, fixed cost obtained NPV = Rp. 31,998,961, B / C = 1,005, EIRR = 12.102%. Conditions for benefits and fixed costs, one year late implementation, the NPV = Rp. 77,759,182, B / C = 1,133, EIRR = 12,216%. It was concluded that the construction of the Peniwen Embung was technically and economically feasible to build.


Keywords


Net Present Value (NPV); B/C, Economic Internal Rate of Return (EIRR); Analisis Sensitivitas; Sensitivity Analysis

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.