Studi Evaluasi Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur

Ravi Pradana, Riyanto Haribowo, Tri Budi Prayogo

Abstract


Desa Pandanrejo merupakan salah satu desa yang ada di Kota Batu, dimana desa tersebut telah menggunakan sistem IPAL Komunal untuk mengolah air limbah sebelum dibuang ke sungai dan effluennya dimanfaatkan untuk irigasi sawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja dari Instalasi Pengolahan Air Limbah  (IPAL) Desa Pandanrejo dengan membandingkan parameter air limbah dan untuk menemukan solusi jika kadar effluen melebihi baku mutu air limbah. Langkah awal dari penelitian ini adalah melakukan sampling pada 4 titik sesuai dengan HRT perencanaan dengan parameter yang digunakan adalah BOD, COD, dan TSS. Selanjutnya, membandingkan parameter yang didapat dengan baku mutu air limbah yang mengacu pada Keputusan Menteri Negara LH No. 112 Tahun 2003, Peraturan Menteri LHK No. 68 Tahun 2016, dan PP RI No. 82 Tahun 2001. Hasil sampling menunjukkan effluen tidak memenuhi baku mutu air limbah dan melihat faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja IPAL, maka dilakukan perencanaan perbaikan IPAL dengan proyeksi penduduk 10 tahun ke depan. Selain itu dilakukan evaluasi pada operasional dan pemeliharaan guna untuk menjaga kinerja pengolahan IPAL.

 

Pandanrejo Village is one of the villages in Batu City, where the village has used the Communal IPAL system to treat wastewater before it is discharged into the river and the effluent is used for irrigation of rice fields. This study aims to evaluate the performance of the Pandanrejo Village Wastewater Treatment Plant (WWTP) by comparing wastewater parameters and to find a solution if the effluent level exceeds the wastewater quality standard. The initial step of this study was to conduct sampling at 4 points according to the planning HRT with parameters used were BOD, COD, and TSS. Furthermore, comparing the parameters obtained with the wastewater quality standard refers to the Keputusan Menteri Negara No. 112 Tahun 2003, Peraturan Menteri LHK No. 68 Tahun 2016, and PP RI No. 82 Tahun 2001. The results of the sampling show that the effluent does not meet the quality standards of wastewater and seeing the factors that affect the performance of WWTP, planning for WWTP improvement is carried out with population projections for the next 10 years. In addition, an evaluation of the operation and maintenance is carried out in order to maintain the performance of WWTP processing.


Keywords


IPAL; Domestik; Anaerobic Baffled Reactor (ABR); BOD; COD

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.