STUDI PERUBAHAN KARAKTERISTIK HIDROLOGI (DEBIT PUNCAK DAN WAKTU PUNCAK) AKIBAT PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN DI BEBERAPA SUB DAS JENEBERANG PROVINSI SULAWESI SELATAN

Muhammad Bayu Alamsyah, Lily Montarcih Limantara, Sri Wahyuni

Abstract


Perubahan tata guna lahan pada DAS akan sangat mempengaruhi karakteristik hidrologi suatu kawasan, karakteristik hidrologi meliputi debit puncak dan waktu puncak pada sungai. Permasalahan yang diperkirakan ada pada perubahan tata guna lahan ini adalah meningkat atau menurunnya aliran permukaan yangaberpengaruh terhadap besar kecilnya debit puncak pada outlet DAS. Penelitian ini diharapkan untuk mengetahui apakah perubahan tata guna lahan pada sekitaran DAS Jeneberang berpengaruh secara signifikan terhadap perubahan karakteristik hidrologi DAS Jeneberang. Kebutuhan data pada penelitian ini menggunakan data sekunder seperti pasangan data curah hujan jam-jaman dan data debit (2008-1017), peta rupa bumi dan peta tematik berupa peta wilayah administrasi, peta penggunaan lahan dan peta topografi. Analisis perhitungan yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan 2 (dua) alat bantu software yaitu MS. Excel untuk melakukan perhitungan statistik dan ArcGIS 10.3 untuk melakukan pengolahan data peta. Hasil penelitian diperoleh penggunaan lahan pada DAS Jeneberang adalah agrikebun, agriladang, agrisawah, hutan, pemukiman, rawa/tambak dan semak belukar. Dari hasil pengolahan diketahui perubahan kawasan semak belukar menjadi kawasan hutan menjadi perubahan paling besar. Hasil perubahan ini sejalan dengan prinsip dasar hidrologi dikarenakan rerata debit yang dihasilkan dari perhitungan menggunakan Hidrograf Satuan Pengamatan (HSP) cara Metode Collins dengan perbandingan tahun awal dan tahun akhir mengalami penurunan.

Land use changes in the watershed will greatly affect the hydrological characteristics of an area, hydrological characteristics including peak discharge and peak times in rivers. The problem that is predicted to exist in this land use change is an increase or decrease in surface runoff so that it affects the size of the peak discharge at the watershed outlet. This study aims to determine whether changes in land use around the Jeneberang watershed have a significant effect on changes in the hydrological characteristics of the Jeneberang watershed. The data requirements in this study use secondary data such as pairs of hourly rainfall data and discharge data (2008-1017), earth maps and thematic maps in the form of administrative area maps, land use maps and topographic maps. Analysis of calculations carried out in this study using 2 (two) software tools, namely MS. Excel for performing statistical calculations and ArcGIS 10.3 for processing map data. The results showed that land uses in the Jeneberang watershed were agriculture, forests, settlements, swamps/ponds and shrubs. From the results of processing, it is known that the changes in scrub areas to forest areas is the biggest changes. The results of this changes are in line with the basic principles of hydrology because the average discharge resulting from calculations using the Hydrograph of the Unit of Observation (HSP) method of the Collins Method with the comparison of the initial year and the final year has decreased.


Keywords


perubahan tata guna lahan; debit puncak dan waktu puncak; DAS Jeneberang

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.