ANALISIS PENENTUAN NILAI PARAMETER ALFA MODEL HIDROGRAF SATUAN SINTETIS NAKAYASU PADA DAS KAMPILI PROVINSI SULAWESI SELATAN

Firda Agustiya Rini, Lily Montarcih Limantara, Sri Wahyuni

Abstract


Besarnya debit banjir dalam analisis hidrologi merupakan faktor penting dalam menentukan resiko dan nilai ekonomis suatu bangunan air. Pengembangan model Hidrograf Satuan Sintetis (HSS) telah banyak digunakan dalam mengestimasi banjir, salah satunya HSS Nakayasu. Seiring berjalannya waktu, penerapan model HSS Nakayasu semakin meluas di berbagai DAS Indonesia. Hal tersebut dikarenakan para praktisi di Indonesia menganggap penggunaan HSS Nakayasu sebagai model paling praktis. Namun pada kenyataannya, penerapan model tersebut masih memerlukan kalibrasi beberapa parameter mengingat perbedaan karakteristik, kondisi, dan pola hujan antara DAS di Indonesia dengan daerah dimana model HSS dikembangkan. HSS Nakayasu bergantung pada parameter α (alfa) yang berpengaruh pada ordinat hidrograf satuan dan waktu dasar hidrograf. Parameter α dapat menunjukkan karakteristik suatu DAS. Pada studi ini, parameter α terpilih yang sesuai dengan kalibrasi antara HSS Nakayasu dan hidrograf satuan pengamatan Collins adalah 0,839. Tingkat keakuratan model hasil kalibrasi didapatkan dari hasil validasi diantaranya adalah nilai kesalahan relatif sebesar 33,47 % dengan tingkat korelasi yang sangat baik yaitu R = 0,9805 dan determinasi (R2) = 0,9613. Selain itu hasil validasi menunjukkan nilai RMSE = 0,198; nilai MAE = 0,545; dan nilai NSE = 0,846. Hasil validasi tersebut menunjukkan kesesuaian model hidrograf terhadap hidrograf pengamatan sehingga parameter alfa yang didapat mewakili karakteristik DAS.

 

The value of flood discharge in hydrology analysis is an important factor which the value determines of risk and economic value of water structure. The development of Synthetic Unit Hydrograph (HSS) models has been widely used to estimate flood, one of them is HSS Nakayasu. Over time, the applied of Nakayasu HSS model is more widely in various watersheds of Indonesia. It is caused by practitioners of Indonesia who assume HSS Nakayasu usage as the most practical model. Although in fact, the application of this model still requires calibration of several parameters that remember about differences in characteristics, conditions and rainfall patterns between watersheds in Indonesia and the regions where HSS model was developed. HSS Nakayasu depends on the parameter α (alpha) which affects the ordinate unit hydrograph and base time hydrograph. The parameter α can indicate the characteristics of watershed. On this study, the α parameter was selected that according to the calibration between the HSS Nakayasu and the Collins observation unit hydrograph is 0,839. The accuration level of model calibration obtained from the validation results include the relative error value is 33,47% with a very good correlation level which R = 0,9805 and determination (R2) = 0,9613. furthermore, the validation results indicate the value of RMSE = 0,198; the value of MAE = 0,545; and the value of NSE = 0,846. The validation results can indicate about conformity of model hydrograph to the observation hydrograph so that alpha parameters can represent the characteristics of watershed.


Keywords


hidrograf satuan pengamatan; hidrograf satuan sintetis (HSS) Nakayasu; parameter alfa; validasi

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.