Studi Perencanaan Terminal Structure Saluran Induk Awen di Daerah Irigasi Singomerto Kabupaten Banjarnegara

Saifuddin Muhammad, Dwi Priyantoro, Andre Primantyo Hendrawan

Abstract


Kali Awen merupakan saluran alam yg seluruh bagiannya dari tanah berfungsi sebagai saluran pembuang dari kelebihan air DI. Blimbing dan air hujan. Pada masa intensitas hujan tinggi, Saluran Induk Awen pada ruas saluran bendung – B.Aw.2a terjadi limpasan (overtopping) pada ruas tersebut hingga menyebabkan banjir pada daerah sekitar. Fungsi dari bangunan B.Aw.2a ini sebagai bangunan pengatur debit kebutuhan irigasi untuk DI. Awen sebesar 402 ha (0,738 m3/dt) dan DI. Kertayasa 725 ha (1,320 m3/dt) serta sebagai penggelontoran sedimen di Saluran Induk Awen. Oleh karena pengoperasian pintu air (Bendung Awen dan Bangunan B.Aw.2a) dilakukan secara manual dan faktor keterbatasan jumlah tenaga UPT maka sering terjadinya keterlambatan di waktu proses pembukaan pintu air yang mengakibatkan banjir pada bagian hulu bangunan bagi (B.Aw.2a). Untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu adanya inovasi (pengembangan) terhadap bangunan B.Aw.2a saat ini, yaitu merencanakan bangunan terminal structure dengan berbagai pertimbangan pola operasi pintu di Bendung Awen. Apabila bangunan terminal structure ini terwujud, maka Sal Induk Awen mampu mengalirkan debit rencana sebesar 2,602 m3/dt dengam kedalaman air 1,23 m (tidak terjadi peluapan karena masih tersedia tinggi jagaan 0,97 m) dengan bukaan pintu tersier Awen 0,40 m dan tinggi air di atas ambang setinggi 0,625 m. Estimasi biaya yang diperlukan untuk membangun bangunan terminal structure dengan peredam energi USBR tipe III Modifikasi sebesar RP. 817.597.600,00.

Awen River is an earth-natural canal that has a function to drain excess of water from DI. Blimbing and rain water. During periods of high rainfall, the overtopping had been occured at Awen Main Canal in the weir - B.Aw.2a segment; it can cause flooding in the surrounding area. The function of this B.Aw.2a structure is to regulate the water irrigation need for DI. Awen of 402 ha (0,738 m3/s) and DI. Kertayasa 725 ha (1,320 m3/s) and to flush sediment in the Awen Main Canal. Under the fact that the operation of the floodgates (Awen Weir and Building B.Aw.2a) is done manually and the limitation of UPT personnel, there is often a delay in the process of opening the floodgates which causes flooding in the upper part of the building for (B.Aw.2a). To solve these problems, it is necessary to have an innovation (development) on the existing B.Aw.2a structure, which is to plan the terminal structure building with various operating considerations of the floodgates in the Awen Dam. If the terminal structure can be built, then the Awen Main Canal is able to flow a planned discharge of 2,602 m3/s with a depth of 1,23 m of water (no overflow occurs because there is still a 0,97 m of free-board) with a 0,40 m Awen tertiary gate opening and water levels above a threshold as high as 0,625 m. Estimated cost needed to build a terminal structure building with a USBR type III Modified energy damper is Rp. 817,597,600.00.


Keywords


Pelimpah samping (Side weir); Pola operasi pintu (Gates Operating); Terminal Structure

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.