ANALISIS KERUNTUHAN BENDUNGAN PANDANDURI LOMBOK DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI HEC-RAS DAN BERBASIS INASAFE

Muhammad Rizky Pratama, Pitojo Tri Juwono, Runi Asmaranto

Abstract


Bendungan Pandanduri merupakan bendungan urugan zonal inti tegak yang batas hilirnya berada di Selat Alas, dibangun pada tahun 2011 sebagai salah satu alternatif penyedia sumber air di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Analisis keruntuhan Bendungan Pandanduri dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran karakteristik genangan banjir, klasifikasi bahaya dan estimasi kerugian yang dapat terjadi. Keruntuhan Bendungan Pandanduri disimulasikan dengan skenario akibat overtopping dan piping dengan menggunakan aplikasi HEC-RAS 5.0.7 dan berbasis InaSAFE. Potensi curah hujan probable maximum precipitation (PMP) sebesar 898,80 mm dan debit banjir rancangan maksimum probable maximum flood (PMF) sebesar 1975,579 m³/det, didapatkan hasil dampak terbesar yang terjadi pada bagian hilir bendungan adalah pada simulasi kondisi overtopping 2,059 meter diatas bendungan, dengan luasan genangan banjir 88,61 km2, kedalaman maksimum 49,30 meter pada alur sungai dan kedalaman rata-rata 7,16 meter. Sehingga secara administratif mencakup 35 desa dari 7 kecamatan di bagian hilir Bendungan Pandanduri terkena banjir dan menyebabkan 104.000 jiwa penduduk dan 33.800 bangunan terendam banjir. Dari hasil analisis, keruntuhan Bendungan Pandanduri dapat mengakibatkan kerugian yang akan ditanggung penduduk maupun pemerintah setempat sebesar Rp. 1.525.360.815.843.

Pandanduri Dam is a central-core fill type dam where the downstream boundary is located in Alas Strait, built in 2011 as one of the alternative water supply in West Nusa Tenggara. Pandanduri dam break analysis aims to depict the flood inundation, hazard classification and cost-losses estimation. It is simulated due to overtopping and piping using HEC-RAS 5.0.7 and based on InaSAFE. With the potential of Probable Maximum Precipitation (PMP) is 898,80 mm and the flood discharge of maximum design of Probable Maximum Flood (PMF) is 1975,579 m³/det, showing the biggest impact in downstream area with the simulation of overtopping condition 2,059 meters above the dam, the flood of 88,61 km2, the maximum depth of 49,30 m on the river terrain and the average depth of 7,16 m. Thus administratively covering 35 villages from 7 sub-districts in the downstream of Pandanduri dam are affected by flood, causing 104,000 inhabitants and 33,800 buildings flooded with water. From the analysis, the collapse of Pandanduri Dam resulted in economic losses that will be obtained by local people or government is Rp. 1,525,360,815,843.


Keywords


keruntuhan bendungan, Bendungan Pandanduri, overtopping, piping, HEC-RAS, InaSAFE

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.