PENERAPAN MODEL HIDROLOGI HUJAN LIMPASAN MENGGUNAKAN APLIKASI BLOCK-WISE TOPMODEL MUSKINGUM-CUNGE (BTOPMC) DI SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI LESTI.

Rusdan Abdillah, Donny Harisuseno, Dian Sisinggih

Abstract


Daerah Aliran Sungai (DAS) Lesti hanya 5094 Ha luas hutan atau hanya sekitar 8% dari luas total Sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Lesti yaitu sebesar 57777 Ha. Topografi yang ada pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Lesti termasuk cukup terjal dengan kemiringan lereng sampai dengan 40%. Kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) Lesti yang sekarang ini menyebabkan pada Daerah Aliran Sungai (DAS) tersebut sering terjadi banjir dari tahun ke tahun. Pada jurnal ini upaya untuk mesimulasikan banjir yang ada pada Daerah Aliran Sungai (DAS) ini menggunakan pemodelan hidrologi fisik terdistribusi. Analisa sebaran curah hujan digunakan untuk mengevaluasi curah hujan serta debit pada Daerah Aliran Sungai (DAS). Memahami karakteristik Daerah Aliran Sungai (DAS) menjadi hal yang diperlukan untuk pemeliharan kondisi maupun penanggulangan bencana dimasa mendatang. Model fisik terdistribusi yang digunakan pada Jurnal ini ialah Block-wise use of TOPMODEL Muskingum-Cunge (BTOPMC). Aplikasi ini menggunakan analisa TOPMODEL untuk memperkirakan limpasan dan Muskingum-Cunge untuk penelusuran banjir aliran. Peta studi yang digunakan untuk pemodelan ini meliputi, Peta Tataguna Lahan, Peta Digital Elevation Map (DEM) dan Peta Tanah. Simulasi limpasan dilakukan pada 2 titik yaitu pada AWLR Tawangrejeni dan AWLR Bendungan Sengguruh. Hasil simulasi yang diterapkan menggunakan metode Nash-Sutcliffe Effiency dengan membandingan debit observasi dan debit simulasi. Pada simulasi yang sudah dilakukan model menunjukan efisiensi kalibrasi dan validasi berturut-turut sebesar 0,737 dan 0,604. Pemodelan ini sangat berguna untuk infomasi debit dan waktu serta memanajemen resiko bencana.

Lesti watershed is only 5094 Ha of forest area or only about 8% of the total area of ​​Lesti watershed which is 57777 Ha. The topography in the watershed is quite steep with a slope of up to 40%. Condition of Lesti watershed which currently causes floods in these watersheds often occur flooding from year to year. In this journal, trying to overcome the floods in the watershed using physical distributed hydrological modeling. Precipitation data is used to calculate rainfall and discharge in watersheds. Understanding the characteristics of watersheds becomes necessary for the maintenance of needs or disaster risk management in the future. The distributed physical model used in this journal is block-wise use of TOPMODEL Muskingum-Cunge (BTOPMC). This application used TOPMODEL analysis for estimated runoff and Muskingum-Cunge for routing. Study maps data that used for this modeling is Land Use Map, Digital Elevation Map (DEM) Map and Soil Map. Runoff simulations were carried out at 2 points, namely Tawangrejeni AWLR and Sengguruh Dam AWLR. Simulation results are applied using the Nash-Sutcliffe Efficiency method by comparing the comparison of observations and discharge simulations. In the simulations that have been carried out the model shows the combined calibration and validation calculations of 0.737 and 0.604. This modeling is very useful for information on discharge and time as well as disater risks managemnt.


Keywords


Banjir;Pengalihan Funsi Lahan;Block-Wise TOPMODEL Muskingum-Cunge (BTOPMC);Debit;Efisiensi

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.