STUDI KEKERINGAN METEOROLOGI DENGAN MENGGUNAKAN METODE STANDARDIZED PRECIPITATION INDEX (SPI) DAN DECILE INDEX (DI) DI DAS REJOSO, KABUPATEN PASURUAN, JAWA TIMUR

Rully Eka Putri, Donny Harisuseno, Ery Suhartanto

Abstract


Kabupaten Pasuruan merupakan satu dari sekian banyak daerah di Pulau Jawa yang mengalami kekeringan berat, terdapat 19 desa di 5 kecamatan yang mengalami kekeringan di Kabupaten Pasuruan. Diperlukan studi kekeringan guna mengetahui tingkat kekeringan dan peta sebarannya. Dalam studi ini menggunakan metode Standardized Precipitaion Index (SPI) dan metode Decile Index (DI) dengan skala waktu 1, 3, 6, dan 12 bulanan yang kemudian akan dibandingkan dengan indeks kekeringan hidrologi berdasarkan data debit yang dihitung menggunakan metode Z-Index guna mengetahui metode yang lebih sesuai digunakan di DAS Rejoso. Hasil studi menunjukkan bahwa berdasarkan metode SPI, DAS Rejoso mengalami tahun terkering pada tahun 2007 dan 2015, sedangkan berdasarkan metode DI, tahun terkering terjadi pada tahun 2015, 2006, 2007, dan 2014. Setelah dibandingkan dengan debit yang dihitung menggunakan metode Z-Index, didapatkan bahwa metode yang lebih sesuai digunakan di DAS Rejoso adalah metode DI dengan persentase kesesuaian sebesar 64,22%. Indeks dari metode DI digambarkan peta sebarannya menggunakan metode IDW dan hasil peta sebaran menunjukkan bahwa kekeringan terparah terjadi di bagian tengah dan hilir DAS Rejoso.

 

Pasuruan Regency is one of the several drought areas, there are 19 villages in 5 districts categorized as drought area in Pasuruan Regency. Drought studies are needed to determine the level of drought and its drought distribution map. In this study using the Standardized Precipitation Index (SPI) and Decile Index (DI) methods with 1, 3, 6, and 12 months time scale which will be compared with hydrological drought index based on the discharge data calculated using Z-Index method to find out the most appropriate method used in Rejoso Watershed. The result of the study based on the SPI method shows that Rejoso Watershed experienced the driest years in 2007 and 2015, while according to the DI method, the driest years occurred in 2015, 2006, 2007, and 2014. After compared to the discharge calculated by Z-Index method, it shows that the most appropriate method in Rejoso Watershed is DI method with 64,22% suitability percentage. The index of the DI method illustrated in the drought distribution map with IDW method. The results of the drought distribution map show that the worst drought occurred in the middle and downstream of the Rejoso Watershed.


Keywords


kekeringan; standardized precipitation index; decile index, z-index; peta sebaran

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.