ANALISA KERUNTUHAN BENDUNGAN DAWUHAN MADIUN DENGAN PROGRAM ZHONG XING HY21

Valdi Cahya Rachmanda, Pitojo Tri Juwono, Heri Suprijanto

Abstract


Bendungan Dawuhan yang terdapat di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, merupakan bendungan yang dibangun pada tahun 1958 – 1962. Setiap bendungan memiliki potensi keruntuhan, begitu juga dengan Bendungan Dawuhan. Keruntuhan Bendungan Dawuhan dapat disebabkan karena overtopping dan piping. Berdasarkan hasil dari aplikasi Zhong Xing HY21, dampak keruntuhan Bendungan Dawuhan yang paling parah disebabkan karena overtopping. Simulasi keruntuhan Bendungan Dawuhan akibat  overtopping dilakukan dengan menggunakan QInflow banjir desain PMF sebesar 486,018 m³/det dan menghasikan luas genangan sebesar 12,768 km2 dengan tinggi genangan maksimum 2,89 m. Terdapat 16 desa yang terdampak akibat keruntuhan Bendungan Dawuhan dengan jumlah penduduk terkena risiko sebanyak 12.724 jiwa. Banjir yang dihasilkan menyebabkan genangan terjauh 9,41 km dari lokasi bendungan yaitu, pada skenario piping atas dan piping tengah.

Dawuhan Dam located in Madiun Regency, East Java, is a dam that was built in 1958 – 1962. Each dam has the potential to collapse, as well as the Dawuhan Dam. Dawuhan Dam break can be caused by overtopping and piping. Based on the results of the application Zhong Xing HY21, the impact of the Dawuhan Dam break is themost severe due to overtopping. Dawuhan Dam break simulation due to overtopping was carried out using the PMF flood design QInflow of 486,018 m3/sec and produced the inundation area of 12,768 km2 with the maximum height inundation of 2,89 m. There were 16 villages affected by the collapse of the Dawuhan Dam with 12.724 people at risk. Floods caused inundation farthest 9,41 km from the location of the dam that is, scenario top piping and middle piping.


Keywords


Keruntuhan Bendungan, Bendungan Dawuhan, Zhong Xing HY21, Genangan Banjir

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.