EVALUASI SISTEM DISTRIBUSI AIR BERSIH DI ZONA WENDIT PDAM KOTA MALANG DENGAN MENGGUNAKAN PAKET PROGRAM WATERCAD V8i

Rafika Nuramalia, Riyanto Haribowo, Hari Siswoyo

Abstract


Evaluasi sistem distribusi air bersih bertujuan untuk mengetahui besar kebutuhan air, kondisi hidraulik, sisa klorin, dan kondisi hidran ideal di Zona Wendit. Perhitungan yang dilakukan yaitu proyeksi penduduk dengan metode aritmatik dan kebutuhan air berdasarkan Peraturan Menteri PU dan Peraturan Walikota Malang. Hasil perhitungan kebutuhan air kondisi eksisting yaitu 303,95 l/detik, kondisi pengembangan yaitu 704,81 l/detik dan kebutuhan dengan satu hidran yaitu 744,81 l/detik. Hasil tersebut tidak mencukupi karena ketersediaan air di Sumber Wendit II yaitu 370,16 l/detik. Oleh karena itu perlu menambahkan debit pada sumber. Selanjutnya melakukan simulasi dengan software WaterCAD V8i. Berdasarkan simulasi, didapatkan tekanan -1,29 – 10,56 atm, kecepatan 0 – 5,47 m/detik, headloss gradient 0 – 335,06 m/km pada kondisi eksisting dan tekanan 0,51 – 10 atm, kecepatan 0 – 3,79 m/detik, headloss gradient 0 – 15 m/km pada kondisi pengembangan. Hasil kecepatan tersebut belum memenuhi syarat, untuk itu perlu menambah katup penguras agar tidak tejadi sedimentasi. Hasil sisa klorin berdasarkan simulasi pada kondisi eksisting yaitu 0,503 – 0,797 mg/l dan kondisi pengembangan yaitu 0,312 – 0,398 mg/l. Hasil simulasi lainnya yaitu hidran dengan debit 40 l/detik didapatkan tekanan -35,45 – -34,22 atm. Hasil ini tidak memenuhi syarat pada SNI 03-1735-2000. Oleh karena itu perlu menambah jaringan baru untuk hidran agar tekanan dapat sesuai syarat.

 

Evaluation of fresh water distribution systems aims to determine the amount of water needed, hydraulic conditions, chlorine residual, and ideal hydrant conditions in the Wendit Zone. Calculations is done by the population projections with arithmetic methods and water demand based on the Regulation of Minister o Public Works and Regulation of Malang Mayor. The results of the calculation of the existing water condition requirements are 303.95 l/second, the development conditions are 704.81 l/second and the demand for a single hydrant is 744.81 l/second. These results were inadequate because of the availability of water at Sumber Wendit II was 370.16 l/second. Therefore it is necessary to add debit of water to the source. A simulation is done using WaterCAD V8i software, obtained a pressure of -1.29 10.56 atm, velocity 0 5.47 m/second, headloss gradient 0 335.06 m/km in the existing conditions and pressure 0.51 10 atm, velocity 0 3.79 m/second, headloss gradient 0 15 m/km under development conditions. The velocity results are not eligible, so it is necessary to add a drain valve to avoid sedimentation. The results of residual chlorine based on simulation in the existing conditions are 0.503 0.797 mg/l and the development conditions are 0.312 0.398 mg/l. Other simulation results are hydrants with a discharge of 40 l/second obtained pressure of -35,45 – -34,22 atm. These results do not meet the requirements of SNI 03-1735-2000. Therefore it is necessary to add a new network for hydrants so that the pressure can be in accordance with the requirements.


Keywords


WaterCAD, Distribusi Air Bersih, Hidran, Klorin

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.