PENILAIAN KINERJA JARINGAN IRIGASI AIR TANAH DI DAERAH ONCORAN SDTA 616 KECAMATAN KARANGREJO KABUPATEN TULUNGAGUNG JAWA TIMUR

Fandi Ahmad Maarif, Tri Budi Prayogo, Hari Siswoyo

Abstract


Sumur Pompa SDTA 616 di Desa Sukowidodo Kecamatan Karangrejo dibangun pada tahun 2017 untuk mengatasi kekurangan air pada saat musim kemarau di Desa tersebut dan membantu pemenuhan kebutuhan air pada musim tanam I dan musim tanam II yaitu padi. Debit yang dihasilkan yaitu 19 liter/detik untuk mengairi 23,5 ha lahan persawahan. Setelah beroperasi selama kurang lebih 2 tahun sumur pompa SDTA 616 di Desa Sukowidodo ini belum dapat dimanfaatkan secara optimal dikarenakan besarnya biaya operasional yang dikeluarkan dan kurang aktifnya perkumpulan petani pemakai air tanah dalam pembiayaan dan juga dalam pemeliharaan sumur pompa SDTA 616. Penelitian ini menggunakan metode yang mengacu pada Peraturan Pemerintah PUPR No. 32/PRT/2007, PUPR No. 12/PRT/2015 dan PUPR No. 23/PRT/2015 yang akan menilai aspek teknis yaitu prasarana fisik dan sarana penunjang, aspek ekonomi yaitu produktivitas tanaman, dan aspek sosial yaitu perkumpulan petani pemakai air tanah. Dilakukan juga penelusuran di daerah oncoran SDTA 616 untuk mengetahui kondisi real komponen/aset jaringan irigasi air tanah dan juga melakukan wawancara kepada petani pemakai air tanah untuk mengetahui masalah pada organisasi. Hasil penelitian ini didapatkan indeks kinerja dari aspek teknis yaitu prasarana fisik dan sarana penunjang dengan nilai 75,1% yang di kategorikan rusak ringan, untuk indeks aspek ekonomi yaitu produktivitas tanaman mendapatkan nilai 77,5 % yang di kategorikan baik, dan untuk indeks aspek sosial yaitu Perkumpulan Petani Pemakai Air Tanah (P3AT) mendapatkan nilai 68% yang di kategorikan cukup.

The SDTA 616 Well pumps in Sukowidodo Village, Karangrejo District was built in 2017 to overcome water shortages during the drought season in the village and to achieved water requirement needs in planting season I and planting season II with an optimum discharge of 19 liter/sec to irrigate 23.5 ha of paddy fields. After operating for approximately 2 years, SDTA 616 well pumps in Sukowidodo Village have not been able to be utilized optimally due to the large operational costs incurred and the inactivity of the groundwater user farmer association in financing and also in maintaining SDTA 616 well pumps. Referring to Government Regulation of Public Works and Public Housing No. 32 / PRT / 2007, No. 12 / PRT / 2015 and No. 23 / PRT / 2015 which will assess the technical aspects of physical infrastructure and supporting facilities, economic aspects of crop productivity, and social aspects of the association of groundwater user farmers. This `research was conducted directly in SDTA 616 area to find out the real condition of the components / assets of the groundwater irrigation systems and also conducted interviews with farmers to find out problems with the association of groundwater user farmers. The results of this study obtained a performance index of the technical aspects of physical infrastructure and supporting facilities with a value of 75.1% was categorized as minor damaged, based on economic aspect index of plant productivity gave a value of 77.5% was categorized as good, and for the index of social aspects, the Association of Groundwater User Farmers gave a value of 68% was categorized as sufficient.


Keywords


SDTA 616, Prasarana Fisik dan Sarana Penunjang, Produktivitas Tanaman, Perkumpulan Petani Pemakai Air Tanah.

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.