Studi Perencanaan Pola Operasi Waduk Semantok Untuk Kebutuhan Air Irigasi dan Air Baku Kabupaten Nganjuk Jawa Timur

Gemma Firdaus, Rini Wahyu Sayekti, Suwanto Marsudi

Abstract


Salah satu upaya yang dapat dikembangkan untuk pengelolaan sumber daya air yang efisien adalah dengan melakukan pembangunan waduk. Waduk berfungsi sebagai penyimpan dan penyedia air bersih. Supaya sebuah waduk yang direncanakan bisa melayani penyediaan air irigasi dan air baku, maka harus dilakukan suatu pola operasi mengingat ketersediaan air di waduk bersifat fluktuatif. Dalam perencanaan pola operasi waduk Semantok ini data-data yang digunakan merupakan data sekunder, diantaranya data curah hujan, data klimatologi, data karakteristik DAS Semantok, data kebutuhan air penduduk hasil proyeksi sebesarnya adalah 312 lt/dtk, dan data teknik waduk Semantok. Simulasi operasi waduk dilakukan dengan pendekatan one year return dan aturan lepasan berdasarkan tampungan. Adapun inflow waduk yang digunakan adalah hasil transformasi curah hujan menjadi debit metode FJ Mock dengan empat variasi kondisi debit, yaitu debit cukup (27,27%), debit normal (50,00%), debit rendah (77,27%), dan debit kering (95,45%). Dari hasil simulasi dengan empat variasi debit didapatkan kebutuhan air baku dapat terpenuhi 100% sepanjang tahun. Sedangkan untuk pemenuhan air irigasi pada kondisi debit cukup dan air normal dapat hampir terpenuhi 100% sepanjang tahun, kondisi debit rendah terpenuhi 68% kebutuhan, dan kondisi debit kering hanya mampu mengairi 26% kebutuhan.

One measure for the efficient management of water resources is the construction of reservoirs. The reservoir serves as a storage and supplier of clean water. In order for a planned reservoir to be able to supply irrigation and raw water, an reservoir operation must be taken into account in which the availability of water in the reservoir. In this Semantok Reservoir Operation Planning, the data used is secondary data, including precipitation, climatology, Semantok River Basin Feature data, projected population water demand data of 312 l/s, and Semantok Reservoir design data. Reservoir operation  simulations are performed using a one-year return approach and outflow rules based on storage. The inflow of the reservoir used is the result of switching the precipitation into discharge using FJ Mock method with four different discharge conditions, namely sufficient discharge (27.27%), normal discharge (50.00%), low discharge (77.27%) and dry discharge (95.45%). The simulation results with four discharge variants show that the raw water requirement can be covered 100% all year round. While nearly 100% of irrigation water can be met with sufficient and normal discharge conditions throughout the year, 68% of demand is met in low discharge condition and dry discharge condition can only irrigate 26% of the need.


Keywords


Pola Operasi Waduk; Simulasi Waduk; Debit Andalan; FJ Mock

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.