ANALISIS EROSI DAN KEKRITISAN LAHAN BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI CITARUM HULU

Fauziyah Nustyani, Ussy Andawayanti, Donny Harisuseno

Abstract


Di kawasan DAS Citarum Hulu proses penebangan hutan dan perubahan hutan menjadi pertanian menjadi salah satu penyebab terjadinya erosi. Alih fungsi lahan yang tidak sesuai dengan peruntukannya dan pengelolaan DAS yang tidak sesuai kaidah konservasi menimbulkan dampak yang sangat besar. Studi ini bertujuan untuk mengetahui besarnya laju erosi, hasil sedimen, indeks bahaya erosi dan tata guna lahan yang sesuai dengan arahan fungsi kawasan di DAS Citarum Hulu. Metode penelitian yang digunakan untung mengetahui hasil erosi dan sedimen ditentukan berdasarkan metode MUSLE (Modified Universal Soil Loss Equation) dan SDR (Sediment Delivery Ratio), untuk arahan fungsi kawasan ditentukan berdasarkan Kementrian Kehutanan. Hasil penelitian menunjukan besarnya erosi rata-rata di DAS Citarum Hulu sebesar 5.438.162,816 ton/ha/th dan sedimen rata-rata 145.205,903 ton/ha/th. Hasil ini menunjukan DAS Citarum Hulu termasuk dalam DAS yang indeks bahaya erosinya sangat tinggi, dengan kriteria 53,15 % sangat tinggi, 9,87 % tinggi, 18,78% sedang dan 18,20% rendah. Dari peta tataguna lahan rekomendasi yang sudah dibuat, dengan mengubah tata guna lahan tegalan menjadi hutan (sesuai dengan arahan fungsi kawasan DAS Citarum Hulu) menunjukan penurunan erosi sebesar 39,613 % dan sedimen sebesar 38,664 %.

In the Upper Citarum Watershed, deforestation and changing forests to farm land is one of the causes of erosion. Land use change with incompability and management of watershed are not accordance with the rules of conservation have a major impact. This study aims to determine the magnitude of the erosion rate, sediment yield, erosion hazard index and land use in accordance with the direction of the function of the area in the Upper Citarum Watershed. The research method used to determine the erosion and sediment results is determined based on the MUSLE (Modified Universal Soil Loss Equation) and SDR (Sediment Delivery Ratio) methods, for the direction of regionaal function based on the Ministry of Forestry. The results showed the average of erosion in the Upper Citarum Watershed is 5,438,162,816 tons / ha / yr and sediment averaged is 145,205,903 tons / ha / yr. From this result, the Upper Citarum Watershed in danger of high erosion , with criteria 53.15% very high, 9.87% high, 18.78% moderate and 18.20% low. From the land use map recommendations that have been made, by changing the land use of dry field (moor) into forests (according to the direction of the function of the Upper Citarum watershed area) showed a decrease in erosion of 39.613% and sediment by 38.664%


Keywords


Arahan Fungsi Kawasan; Erosi; Indeks Bahaya Erosi; Sedimen; Tata Guna Lahan

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.