KAJIAN TENTANG ALTERNATIF STRUKTUR PENAHAN UNTUK MENGATASI MASALAH PERGERAKAN TANAH PADA JALAN PROVINSI TRENGGALEK-PONOROGO KECAMATAN TUGU KABUPATEN TRENGGALEK JAWA TIMUR

Mohammad Ary Sucahya, Andre Primantyo Hendrawan

Abstract


Di Indonesia sangat banyak terjadi bencana alam, salah satu bencana alam yang sering terjadi adalah berupa tanah longsor. Dalam pembangunan Bendungan Tugu terkendala keberadaan jalan Provinsi Trenggalek-Ponorogo (Km16+712-17+000), dimana jalan tersebut berada di posisi terdekat dengan tubuh Bendungan Tugu, sebagai solusinya jalan tersebut harus direlokasi dan diberi struktur penahan tanah. Berdasarkan hasil analisis lereng di jalan Provinsi Trenggalek-Ponorogo (Km 16+712-17+000) menggunakan software GeoStudio 2012 dengan metode bishop, dapat disimpulkan bahwa faktor keamanan lereng sebelum adanya alternatif sebagai berikut; (a) kondisi tanpa gempa pada Cross STA 0+075, Cross STA 0+125, dan Cross STA 0+175 nilai faktor keamanan < 1.50, maka lereng tidak aman, (b)  kondisi lereng dengan gempa < 1.25, maka lereng tidak aman. Sedangkan hasil analisis lereng setelah adanya Alternatif 1 bored pile, Alternatif 2 dinding penahan tanah kantilever, dan Alternatif 3 dinding penahan tanah dengan bored pile sebagai berikut; (a) kondisi tanpa gempa nilai faktor keamanan > 1.50, maka lereng aman, (b) kondisi dengan gempa nilai faktor keamanan > 1.25, maka lereng aman. Perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang dibutuhkan dalam pengamanan lereng sebagai berikut; (a) Alternatif 1 bored pile sebesar Rp. 18,111,500,000,00 terbilang delapan belas milyar seratus sebelas juta lima ratus ribuh rupiah.


In Indonesia there are a lot of natural disasters occurs; one of the natural disasters that often occur is landslide. The construction of Tugu Dam is constrained with the present of Provincial Road of Trenggalek-Ponorogo (Km 16+712-17+000. The road is in the nearest position within the main body of Tugu Dam. The solutions are to relocate that road and using the soil retaining structures. Based on the slope analysis results using GeoStudio 2012’s software with Bishop’s Method, can be concluded that the slope safety factor before the present of alternatives as follows: (a) slope without earthquake condition in Cross STA 0+075, Cross STA 0+125, and Cross STA 0+175 the safety factor number is < 1.50, then the slope is unsafe, (b) slope with earthquake condition is < 1.25, then the slope is unsafe. While the slope analysis results after the present of Alternative 1 bored pile, Alternative 2 soil retaining wall with cantilever, and Alternative 3 soil retaining wall with bored pile as follows: (a) the safety factor number without earthquake condition is > 1.50, then the slope is safe, (b) the safety factor number with earthquake condition is > 1.25, them the slope is safe. The calculation of budget plan is needed for the slope safety planning as follows: (a) Alternative 1 bored pile is Rp. 18,111,500,000,00 (eighteen billion one hundred eleven million and five hundred thousand Rupiahs).



Keywords


Stabilitas Lereng, Bored Pile, Dinding Penahan Tanah Kantilever, Faktor Keamanan, GeoStudio 2012.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.