OPTIMASI SISTEM MULTI SOIL LAYERING (MSL) DALAM PENGOLAHAN LIMBAH CAIR DOMESTIK MCK TERPADU KELURAHAN TLOGOMAS MALANG

Nadhirah Nurul Saleha Saragih, Riyanto Haribowo, Tri Budi Prayogo

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi sistem Multi Soil Layering (MSL) dalam tiga tahap pelaksanaan yaitu pengolahan tahap pertama untuk pemilihan lapisan permeabel yang terbaik antara batu apung, pasir silika dan zeolit yang akan dikombinasikan dengan blok campuran tanah pada pengolahan tahap kedua dan ketiga. Variasi arang yang dipilih merupakan arang tempurung kelapa untuk reaktor MSL A, sekam padi untuk MSL B, dan arang tongkol jagung untuk MSL C. Debit masuk yang digunakan adalah Q1 0,0063 L/detik dan Q2 0,0126 L/detik. Hasil yang didapatkan akan dibandingakan dengan Permen LHK No.68 Tahun 2016 dan PP RI No 82 Tahun 2001. Pada pengolahan tahap pertama, dari hasil perhitungan efisiensi setiap parameter TDS, TSS, pH dan DO berurutan untuk reaktor pasir silika (Q1) adalah 10,86%; 82%; 5,33% dan 128,43% dan sebesar 7,41%; 64,57%; 1,42% dan 120,03% (Q2). Efisiensi MSL A-Standar 18,13%; 79,68%; 2,60% dan 126,67% (Q1) dan sebesar 29,99%; 77,76%; 1,62% dan 95,80% (Q2) dimana pada reaktor MSL A¬Standar media pasir silika dan variasi arang tempurung kelapa merupakan reaktor terbaik di pengolahan tahap kedua. Efisiensi MSL B-Modifikasi secara berurutan adalah 33,16%; 84,32%; 1,77%; 128,90% (Q1) dan sebesar adalah 30,80%; 80,54%; 1,50% dan 108,17% (Q2). Pada tahap ketiga, MSL B-Modifikasi merupakan reaktor yang paling optimal dibandingkan semua reaktor. Berdasarkan pengukuran kualitas air efluen dan efisiensi reaktor serta penilaian dengan metode skoring dapat diketahui bahwa MSL B-Modifikasi yang disusun dengan pasir silika dan blok campuran tanah oleh variasi arang sekam padi adalah reaktor MSL yang paling optimal dalam mengolah limbah cair domestik MCK Terpadu.

This study aimed to determine the efficiency of the Multi Soil Layering (MSL) system in three stages of implementation, the first stage of treatment selects the best permeable layers between pumice, silica sand and zeolite which would be combined with soil mixture blocks in the second and third stages of treatment. Variations of selected charcoal were coconut shell charcoal for MSL A reactor, rice husk for MSL B, and corncob charcoal for MSL C. The flowrates used were Q1 0.0063 L/sec and Q2 0.0126 L/sec. The results obtained would be compared with Permen LHK No.68 Tahun 2016 and PP RI No 82 Tahun 2001. In the first stage treatment, results showed that efficiency of each parameters TDS, TSS, pH and DO sequentially for sillica sand reactor were 10,86%; 82%; 5,33% and 128,43% (Q1) and 7.41%; 64.57%; 1.42% and 120.03% (Q2). The efficiency of MSL A-Standard were 18.13%; 79.68%; 2.60% and 126.67% (Q1) and 29.99%; 77.76%; 1.62% and 95.80% (Q2) where the MSL A-Standard which consisted silica sand and coconut shell charcoal was the best reactor in the second stage of treatment. The efficiency of MSL B-Modified sequentially were 33.16%; 84.32%; 1.77%; 128.90% (Q1) and 30.80%; 80.54%; 1.50% and 108.19% (Q2). In the third stage of treatment, MSL B-Modified was the most optimal reactor compared to all reactors. Based on measurements of effluent water quality and reactor efficiency as well as an assessment by scoring method it could be seen that MSL B-Modified which formed by silica sand and soil mixture blocks of rice husk charcoal was the most optimal MSL reactor in treating MCK Terpadu’s domestic wastewater.


Keywords


Multi Soil Layering, pengolahan limbah cair domestik, lapisan permeabel, blok campuran tanah.

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.