STUDI PERENCANAAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKRO HIDRO (PLTMH) KAIMANA DI DISTRIK KAIMANA PROVINSI PAPUA BARAT

Herdi Pradana, Suwanto Marsudi, Very Dermawan

Abstract


Kehidupan manusia dewasa ini sangat bergantung terhadap ketersediaan sumber daya energi, khususnya energi listrik. Dengan tersedianya energi listrik aktivitas manusia menjadi produktif, sehingga dapat mendorong berkembangnya perekonomian daerah. Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, kebutuhan energi listrik terus meningkat namun hal tersebut tidak dibarengi dengan peningkatan daya energinya sehingga menyebabkan krisis energi listrik. Dampak yang dapat dirasakan adalah terbatasnya akses untuk menikmati energi listrik secara kontinyu. Oleh sebab itu diperlukan suatu upaya untuk memaksimalkan peranan tenaga air dengan merencanakan sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH). Desa Lobo di Distrik Kaimana memiliki potensi sungai yang belum termanfaatkan secara optimal, sehingga perencanaan PLTMH Kaimana ini bisa menjadi sebuah solusi tersedianya energi listrik yang ramah lingkungan. Perencanaan pada studi ini diperoleh hasil debit pembangkit dengan keandalan Q80% sebesar 10,61 m3/dt. Bangunan pengambilan menggunakan tipe intake bebas dengan lebar 3,3 m (2 pintu). Saluran pengarah dengan lebar 4 m. Bak pengendap dengan volume 770,322 m3 dan panjang 90 m, lebar pintu penguras 1,5 m. Pipa pesat dengan diameter 2,45 m, ketebalan pipa 2,01 mm, jarak tumpuan pipa pesat 10,32 m dan tinggi jatuh efektif sebesar 8,077 m. Turbin yang digunakan adalah tipe Kaplan dengan diameter runner 0,886 m menghasilkan daya sebesar 734,20 kW dan energi tahunan sebesar 5602,39 MWh. Biaya pembangunan PLTMH sebesar Rp. 67.192.927.809 dengan nilai suku bunga 9,95%, BCR sebesar 0,652, IRR sebesar 3,66%, Payback period selama 31 tahun. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan pembangunan PLTMH Kaimana tidak layak secara ekonomi, meskipun begitu pembangunan PLTMH Kaimana merupakan proyek yang secara politis perlu dibangun oleh pemerintah untuk mempercepat tersedianya listrik desa dan pemerataan pembangunan.

Human life today is very dependent on the availability of energy resources, especially electrical energy. With the availability of electrical energy, human activity becomes productive, so that it can encourage the development of the regional economy. Along with the increase in population, demand electrical enery continous to increase but this is not accompanied by an increase in its energy power that causes an electrical energy crisis. The impact can be felt is the limited access to enjoy electricity continously. Therefore, an effort is needed to maximize the role of hydropower by planning a Micro Hydro Power Plant (MHPP). Lobo Village in Kaimana District, which has river potentials that have not been optimally utilized, so that the planning of Kaimana Micro Hydro Power Plant (MHPP) can be a solution to the availability of electricity which is enviromentally friendly. Planning in this study obtained the result of generating discharges with a Q80% reliability of 10,61 m3/s. Intake using free-intake type with a width of 3,3 m (2 gates). Feeder canal with a width of 4 m. Settling basin with a volume of 770,322 m3 and length of 90 m, a flush gate width of 1,5 m. Penstock with a diameter of 2,45 m a wall thickness of 2,01 mm and the length between support penstock of 10,32 m. Turbine used is a Kaplan type with runner diameter of 0,88 m generate power of 734,20 kW and annual energy of 5602,39 MWh. The cost of planning a Micro Hydro Power Plant is Rp. 67,192,927,809 with an interest rate of 9,95%, BCR of 0,652, IRR of 3,66%, Payback period for 31 years. From the result it can be concluded that the planning of Kaimana Micro Hydro Power Plant is not economically feasible, however the development of Kaimana Micro Hydro Power Plant (MHPP) is a project that politically needs to be developed by government to accelerate the availability of village electricity and equitable development.


Keywords


PLTMH, Papua Barat, Turbin, Daya, Analisa Ekonomi

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.