ANALISA DAN RASIONALISASI KERAPATAN JARINGAN STASIUN HUJAN DENGAN METODEIKAGAN – RODDA DI SUB DAS LAHOR MALANG JAWA TIMUR

Yudho Putra Islamiyanto, Lily Montarcih Limantara, Sri Wahyuni

Abstract


Jumlah dan letak stasiun hujan menjadi hal yang perlu diperhatikan terkait ketersediaan data hujan. Data hujan yang dihasilkan dari pencatatan stasiun hujan dianggap mewakili suatu wilayah yang memiliki distribusi hujan yang berbeda satu sama lain. Studi ini dilakukan di Sub DAS Lahor dengan luas 186,111 km2 menggunakan metode WMO (World Meteorogical Organization) dan Kagan-Rodda. Hasil analisa berdasarkan standar WMO 100-250 km2/stasiun hujan, hanya 1 dari 5 stasiun hujan yaitu Sumberpuncung yang memenuhi standar. Hasil analisa Kagan-Rodda berdasarkan nilai kesalahan perataan 5% adalah Sub DAS Lahor cukup memiliki 3 stasiun hujan. Hasil rasionalisasi dengan titik stasiun acuan Sumberpuncung, menghasilkan rekomendasi menggeser stasiun Ngajum sejauh 7,012 km2 ke arah barat dan menggeser stasiun Tlekung sejauh 8,470 km2 ke arah selatan. Hasil rekomendasi tersebut memiliki luas pengaruh untuk masing-masing stasiun hujan, yaitu: Sumberpuncung 68,83 km2, Ngajum 64,85 km2, dan Tlekung 52,43 km2.

The number and location of rain stations is a matter of concern regarding the availability of rain data. Rain data generated from recording rain stations are considered to represent an area that has a different rain distribution. This study was location in Lahor watershed with area 186,111 km2 using the WMO (World Meteorogical Organization) and Kagan-Rodda methods. The results of the analysis are based on WMO 100-250 km2 standard / rain station, only 1 out of 5 rain stations, Sumberpuncung rain stasion comply the standards. The results of the Kagan-Rodda analysis based on 5% leveling error values are that the Lahor watershed is sufficient to have 3 rain stations. The results of the rationalization with the Sumberpuncung reference station point, resulted in a recommendation to move the Ngajum rain station as far as 7.012 km2 to the west and move the Tlekung rain station as far as 8.470 km2 to the south. The results of these recommendations havean area of influence for each rain station, that is: Sumberpuncung 68.83 km2, Ngajum 64.85 km2, and Tlekung 52.43 km2.


Keywords


Kerapatan jaringan stasiun hujan;standar WMO;metode kagan-rodda

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.