Penentuan Skala Prioritas Pengembangan Potensi Mata Air Untuk Irigasi Di Kabupaten Tuban Dengan Menggunakan Metode Analytic Network Process

Vanadani Pranantya, Hari Siswoyo, Riyanto Haribowo

Abstract


Potensi mata air yang digunakan sebagai sumber air irigasi di Kabupaten Tuban belum sepenuhnya memiliki infrastruktur yang layak sebagai sarana irigasi. Potensi mata air tersebut dikembangkan dengan cara membangun infrastruktur untuk keperluan irigasi. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk menentukan skala prioritas pengembangan potensi mata air untuk irigasi. Penelitian ini dilakukan di 10 lokasi mata air yang mengalir sepanjang musim di Kabupaten Tuban. Pengembangan potensi mata air dapat dilakukan dengan mengidentifikasi potensi mata air berdasarkan aspek kuantitas air, aspek kualitas air, dan aspek kontinuitas aliran. Hasil identifikasi tersebut dapat digunakan dalam penentuan skala prioritas pengembangan potensi mata air dengan menggunakan metode Analytic Network Process (ANP). Aspek kuantitas air di lokasi penelitian berada dalam rentang besarnya debit air 21 liter/detik – 1134 liter/detik. Aspek kualitas air untuk irigasi yang ditentukan berdasarkan nilai daya hantar listrik pada suhu 25⁰C (DHL25⁰C) sebesar 467 μS/cm – 566 μS/cm dan nilai rasio serapan natrium (SAR) sebesar 0,007 – 0,020. Mata air di lokasi penelitian bersifat musiman. Skala prioritas pengembangan potensi mata air untuk irigasi secara berurutan adalah Mata Air Bektiharjo, Mata Air Srunggo, Mata Air Ngerong, Mata Air Kerawak, Mata Air Beron, Mata Air Bangkok, Mata Air Jadi, Mata Air Mejiret, Mata Air Ngajaran, dan Mata Air Lanang.

Spring potentials that used as irrigation source in Tuban Regency don’t have feasible infrastructure for irrigation. The spring potentials should be developed by constructing infrastructure for irrigation. This research was conducted to determine the development priority scale of spring potential for irrigation. The study was carried out at 10 spring locations that flow in all seasons in Tuban regency. The spring potential development can be done by identifying the spring potentials based on the spring development aspect such as, water quantity, water quality and water flow continuity. The identification results can be used to determine the development priority scale of spring potential by using Analytic Network Process (ANP). The quantity aspects at the research location is in the range of water discharge 21 liters/second – 1134 liters/second. The water quality aspect for irrigation that is determined based on the electrical conductivity at temperature of 25oC (EC25⁰C) of 467 μS/cm – 566 μS/cm and sodium absorption ratio (SAR) values in the range 0,007 – 0,020. The spring at the research location is intermitten springs. The priority scale development of spring potential for irrigation is Bektiharjo spring, Srunggo spring, Ngerong spring, Kerawak spring, Beron spring, Jadi spring, Ngajaran spring, Bangkok spring, and Lanang spring.


Keywords


analytic network process; irigasi; infrastruktur; mata air; skala prioritas

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.