Analisa Potensi Air Tanah Menggunakan Groundwater Modeling System (GMS) 4.0 di Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto

Diajeng Narita Hardi Novalina, Mohammad Sholichin

Abstract


ABSTRAK : Kecamatan Dlanggu memiliki 5 lokasi yang akan menjadi studi kali ini yaitu SDMJ 509 desa Randugenengan, SDMJ 518 desa Sambilawang, SDMJ 554 desa Sumber Karang, SDMJ 555 desa Jrambe dan SDMJ 557 desa Talok. Penelitian mengenai penurunan muka air tanah pada daerah studi menggunakan analisa FEMWATER pada paket program Groundwater Modelling System (GMS) 4.0. dimana output dari program GMS 4.0. adalah sebaran nilai pressure head, total head, dan kedalaman muka airtanah. Simulasi dilakukan dengan debit coba-coba di setiap sumur bor, dan simulasi prediksi sumur bor selama 10 tahun.
Tekanan airtanah mengunakan debit coba-coba yang mempunyai nilai terkecil terletak pada sumur SDMJ 554 dengan debit 30,07 liter/detik, berada pada elevasi 91,55 mdpl, memiliki nilai pressure head 64,13 mH2O dan total head 155,68 mH2O. Sedangkan sumur yang memiliki pressure head tertinggi pada sumur SDMJ 557 dengan nilai 85,52 mH2O, dengan total head 185,52 mH2O pada debit 18,10 liter/detik, sumur berada pada elevasi 100 mdpl. Penurunan pressure head selama periode 10 tahun terbesar terjadi pada SDMJ 518 di tahun 2015 dengan kedalaman muka air tanah 47,76 m dengan pressure head sebesar 70,24 mH2O dan total head sebesar 135,20 mH2O. Penurunan muka air tanah yang secara terus menerus bisa mengakibatkan sumur bor tidak lagi produktif.

 

ABSTRACT: Dlanggu district having 5 locations that will be studied this time, namely SDMJ 509 Randugenengan village, SDMJ 518 Sambilawang village, SDMJ 554 Sumberkarang village, SDMJ 555 Jrambe village and SDMJ 557 Talok village. Research on the decline in the groundwater at the study area using FEMWATER analysis on the Groundwater Modelling System (GMS) 4.0 program package where is the output of the GMS 4.0 program is the distribution of pressure head value, total head, and depth of groundwater level. The simulation with discharge trial and error in each drilled wells and simulation of a prediction drilled wells for 10 years.
Groundwater pressure using trial and error which has the smallest value is located in SDMJ 554 well with a discharge of 30,07 lt/s, is at an elevation of 91,55 masl (meters above sea level), has a pressure head value of 64,13 mH20 and a total head of 155,68 mH20. While wells that have the highest pressure head at SDMJ 557 with a value of 85,52 mH20, with a total head 185,52 mH20 at a discharge of 18,10 lt/s, the well is at an elevation of 100 masl. The biggest decrease in pressure head during 10 years period occured in SDMJ 518 in 2015 with a groundwater depth of 47,76 m with a pressure head of 70,24 mH20 and a total head of 135,20 mH20. Continuous decrease in groundwater level can result in drilled wells no longer productive.


Keywords


Kedalaman muka airtanah; ketinggian tekanan; ketinggian total; GMS 4.0.

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.