Studi Pemilhan Pengembangan PLTM Lodagung dengan Kapasitas Terpasang 1x1,30 MW dan 2x0,65 MW Berdasarkan Analisa Ekonomi

Lanthika Dwi Ikhsanti, Suwanto Marsudi, Very Dermawan

Abstract


Sungai Brantas merupakan salah satu sungai di pulau Jawa dengan potensi debit yang besar. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan energi listrik di pulau Jawa maka potensi sungai Brantas adalah pilihan yang tepat untuk lebih dioptimalkan lagi manfaatnya mengingat masih banyak potensi yang tersimpan didalamnya.  Salah satunya dengan membangun pembangkit listrik dengan skala kecil (PLTM). Studi ini diperlukan untuk meninjau rencana pengembangan jumlah turbin pada PLTM Lodagung. Studi berlokasi pada bendungan Wlingi, Kabupaten Blitar. Studi ini akan meninjau kelayakan alternatif pengembangan PLTM Lodagung berdasarkan parameter analisa ekonomi pada rencana satu turbin dan dua turbin.  Sehingga dapat ditentukan, alternatif jumlah terbin yang mendapatkan hasil optimum.Dari hasil kajian menunjukkan, dengan jumlah dua unit turbin dengan kapasitas terpasang 2x0,65 MW serta diameter runner turbin sebesar 1,31 m, PLTM Lodagung dapat menghasilkan energi sebesar 8,58 Gwh. Dari perencanaan tersebut didapatkan biaya pembangunan sebesar 94 milyar rupiah dengan nilai nilai BCR: 1,12, NPV senilai 9,29 milyar rupiah, IRR pada 8,38%, dan periode pengembalian selama 9,87 tahun. Sehingga rencana pengembangan PLTM dengan dua unit terbin layak secara ekonomi.

 

Brantas river is one of the most potential water recourses in Java.. By the increasing of electric power needs, Brantas river is the appropiate choice for optimizing the potential. The water recources potential could be used in mini-hydroelectric power plant (MHP) . This study is needed to consider the developement plan on the addition of Lodagung unit turbine. Studies are located at dam Wlingi, Blitar. This study will consider the feasibility of developement design on Lodagung MHP based on economic parameters on each design. Thus, the most optimal alternative of  developement could be selected.The result of the study showed that with two units turbine with installed capacity of 2x0,65 MW, and runner diameter of 1,31 m, Lodagung MHP can produced 8,58 Gwh each year. From the planning, it obtained onstruction cost of 94 billion rupiah to the value of BCR: 1,12, NPV: 9,29 billion rupiah, IRR on 8,38%, and payback period for 9,87 years. So, the developement of Lodagung MHP with two unit turbines is economically viable.

 


Keywords


PLTM; debit; energi; turbin; kelayakan ekonomi

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.