SIMULASI INFLOW DAN OUTFLOW WADUK PADA BENDUNGAN SEMANTOK KABUPATEN NGANJUK JAWA TIMUR

Pradani Puspita Arum, Ery Suhartanto, Very Dermawan

Abstract


Kecamatan Rejoso berada di wilayah Kabupaten Nganjuk bagian utara dengan wilayah paling luas dan jumlah penduduk yang cukup tinggi. Sektor pertanian merupakan sektor yang mendominasi perekonomian Kecamatan Rejoso. Oleh karena itu, pemenuhan kebutuhan air baku dan air irigasi menjadi hal yang mutlak diperlukan untuk perkembangan wilayah Kecamatan Rejoso. Pada puncak musim penghujan selalu terjadi luapan air Sungai Semantok yang mengakibatkan banjir di wilayah Kecamatan Rejoso. Dikarenakan hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Nganjuk berinisiatif untuk merencanakan pembangunan bendungan berskala nasional di wilayah kecamatan Rejoso, yaitu Bendungan Semantok. Sehubungan dengan rencana Pembangunan Bendungan Semantok, telah dilakukan kajian mengenai Simulasi Inflow Outflow waduk pada Bendungan Semantok yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kebutuhan air di Kecamatan Rejoso dan untuk mengetahui keandalan waduk pada Bendungan Semantok

Berdasarkan analisa dan perhitungan yang telah dilakukan, diketahui bahwa nilai kebutuhan air baku meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk berdasarkan analisa proyeksi penduduk. Sedangkan tinggi rendahnya kebutuhan air irigasi sangat dipengaruhi oleh pola tata tanam. Dari neraca water balance didapatkan hasil bahwa kebutuhan air baku dapat tercukupi. Sedangkan dari hasil simulasi inflow outflow waduk pada Bendungan Semantok, didapatkan hasil bahwa untuk memenuhi seluruh kebutuhan air baku dan air irigasi dengan keandalan waduk 80-90%, pola tata tanam yang palig efektif adalah Padi-Kedelai-Jagung dengan periode keberhasilan 239

Rejoso Subdistrict that located in the northern region of Nganjuk, has the widest area and the population is quite high. The agricultural sector is a sector that dominates Rejoso subdistrict economy. Therefore, the fulfillment of fresh water needs and irrigation water is absolutely necessary for the development of Rejoso subdistrict. On the other hand, at the peak of rainy season always occurs the water overflow of Semantok River which resulted in flooding in the area of Rejoso district. Nganjuk Government initiated to plan the construction of a nationwide dam in Rejoso subdistrict, namely Semantok Dam.In connection with the plan of development of Semantok Dam, has been conducted a study on the simulation Inflow Outflow Reservoir on Semantok Dam that aims to determine the level of fresh water needs in Rejoso District and to know the reliability of the reservoir on Semantok Dam.

Based on the analysis and calculations that have been done, it is known that the value of fresh water demand increases with the increasing population.While the low level of irrigation water demand is strongly influenced by the pattern of planting. From water balance, it get the result that the fresh water demand can be fulfilled. While the results of the simulation inflow outflow reservoir on the Semantok dam, obtained the result that to fulfill all the needs of fresh water and irrigation water with the reliability of the 80-90% reservoir, the pattern of planting that most effective is Paddy-Soybean-Corn with success period of 239 times or at 82.99% and the failed period of 49 times or 17.01%

 


Keywords


inflow outflow waduk; neraca; water balance

Full Text: Untitled

Refbacks

  • There are currently no refbacks.