Aplikasi Butiran Batu Apung dan Scoria Sebagai Filter Drainase Pada Dinding Penahan Tanah

Nabilah Rizqy, Andre Hendrawan, Runi Asmaranto

Abstract


ABSTRAK

Gunung Kelud adalah salah satu gunung berapi aktif di Jawa Timur, yang sering bererupsi mengeluarkan material piroklastik berupa pasir abu dan batu apung. Deposit batu apung dan scoria telah ditemukan di Sungai Kali Putih Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur sebagai hasil dari lestusan Gunung Kelud pada tahun 2014. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menginvestigasi karakteristik fisik dan permeabilitas batu apung dan scoria, dan kinerjanya sebagai filter drainase pada model dinding penahan tanah di laboratorium. Berdasarkan hasil batu apung dan scoria diklasifikasikan sebagai Batu pecah, Kerikil dan Pasir (A-1) menurut AASHTO. Berdasarkan klasifikasi USCS dapat diklasifikasikan kedalam kerikil bersih dengan gradasi buruk (GP). Nilai Gs berada dalam kisaran 2,292 sampai 2,564. Berdasarkan pengujian SEM, batu apung memiliki pori-pori yang sedikit lebih besar dari batu scoria. Dari pengujian SEM-EDX dan XRD diketahui bahwa senyawa pada batu apung dan scoria tidak jauh berbeda dimana didominasi dengan senyawa Silika (Si)  dan Alumunium (Al). Nilai kepadatan kering maksimum pada batu apung dan scoria masing-masing 1,037 gr/cm3 dan 1,126 gr/cm3. Koefisien permeabilitas (k) batu apung adalah 3,41x10-2 cm/det dan batu scoria adalah 3,40x10-2 cm/det. Berdasarkan perhitungan kriteria desain filter menurut US Navy material yang layak digunakan sebagai filter yaitu berukuran 1,2 – 2cm. Dengan menggunakan model dinding penahan tanah dengan pasir silika sebagai bahan timbunan, dapat disimpulkan bahwa batu apung dan scoria layak digunakan sebagai material filter drainase karena memiliki pori-pori yang dapat mengalirkan air dengan cepat.

 

Kata kunci : Material piroklastik, karakteristik fisik, permeabilitas, filter.

ABSTRACT

Mount Kelud is one of the active volcanoes in East Java, which often erupts releasing pyroclastic material in the form of ash and pumice. The large deposit of pumice and scoria has been found at Kali Putih River, Blitar Regency, East Java Province as resulted from Mount Kelud eruption in 2014. The main objective of this study is to investigate the physical and permeability characteristic of pumice and scoria from Mount Kelud and their performance as drainage filter material on modeled retaining wall in laboratory. As a result, pumice and scoria are classified as broken stone, gravel, and sand (A-1) according to AASHTO. Based on the USCS classification they can be classified into clean gravel with poor gradation (GP). The value of Gs is in a range of 2.292 to 2.564. Based on SEM testing, pumice has a slightly larger pore than Scoria stone. From SEM-EDX and XRD testing, it is known that the compounds in pumice and scoria are not much different where they are dominated by Silica (Si) and Aluminum (Al) compounds. The maximum dry density value for pumice and scoria was found 1,037 gr/cm3 and 1,126 gr/cm3, respectively. The coefficient of permeability (k) of pumice is 3.41x10-2 cm /s and the scoria stone is 3.40x10-2 cm /s. Based on the filter design criteria by US Navy these materials are suitable for filter with particle size around 1.2 - 2cm. By using a retaining wall model with silica sand as its backfill,  it can be concluded that pumice and scoria are suitable as drainage filter material because they have pores that can drain water quickly.

Keywords : pyroclastic materials, physical characteristics, permeability, filter.



Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.