Evaluasi dan Rasionalisasi Kerapatan Jaringan Pos Hujan dan Pos Duga Air dengan Metode Stepwise di Sub DAS Brantas Hulu

Dara Marreta Cipta, Ery Suhartanto, Donny Harisuseno

Abstract


ABSTRAK

Salah satu analisa penting dalam sebuah perencanaan, pengembangan, maupun pengendalian insfrastruktur keairan adalah analisa hidrologi. Ketepatan analisa hidrologi bergantung pada kualitas data hidrologi yang didapatkan dari pos hujan dan pos duga air dengan penempatan yang benar-benar mampu merepresentasikan keadaan daerah studi. Selain itu adanya pengaruh kejadian hujan terhadap debit, maka ketepatan analisa hidrologi seharusnya didukung dengan adanya hubungan yang berkaitan antara data pos hujan dan pos duga air. Pada studi ini evaluasi penempatan pos hujan dan pos duga air dilakukan berdasarkan pedoman WMO (World Meteorological Organization) dengan menghitung luasan kerapatan pengaruh setiap pos dengan poligon thiessen. Rasionalisasi dilakukan dengan pemodelan regresi metode Stepwise untuk mencari pos hujan yang memiliki korelasi tertinggi terhadap pos duga air. Hasil evaluasi dan rasionalisasi menunjukkan bahwa terdapat kombinasi dengan lima pos hujan yang memiliki korelasi tertinggi bahkan sempurna (R=1,00) dengan pos duga air dan menghasilkan kerapatan yang sesuai kondisi ideal pedoman WMO.

 

Kata kunci: kerapatan jaringan pos hujan, pos duga air, metode Stepwise, pedoman WMO

 

ABSTRACT

One of the most important analysis in a planning, development, and control of water infrastructure is hydrological analysis. The accuracy of hydrological analysis depends on hydrological data quality obtained from rain gauges and Automatic Water Level Recorder (AWLR) placements that are actually capable to represent the study area condition. In addition to the influence of rainfall on discharge, the accuracy of hydrological analysis should be supported by corresponding relationship between rain gauges and AWLR data. In this study, evaluation of rain gauges and AWLR placements were done based on Water Meteorological Organization (WMO) guidance by calculating the influence of rain gauges densities with Polygon Thiessen. Rationalization was done by regression modelling with Stepwise method to find rain gauges which have the highest correlation to AWLR. The evaluation and rationalization results show that there is combination of five rain gauges with the highest even perfect correlation (R=1.00) to AWLR and achieved the appropriate densities of ideal condition based on WMO guidance.

Keywords: rain gauge network density, AWLR, Stepwise method, WMO guidance


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.