ANALISA EVAPOTRANSPIRASI RUJUKAN DENGAN RUMUS EMPIRIS DI STASIUN GEOFISIKA KARANGKATES MALANG

Farhana Tamara Dewi Venussitha Adjit, Donny Harisuseno, Riyanto Haribowo

Abstract


ABSTRAK: Evapotranspirasi rujukan (ET0) merupakan evapotranspirasi pada suatu lahan yang ditumbuhi rumput hijau setinggi 8 – 15 cm atau disebut dengan tanaman rujukan. Besarnya nilai evapotranspirasi sulit diukur karena keterbatasan alat yang ada pada lokasi studi. Oleh karena itu dibutuhkan metode pendekatan yang cocok dan akurat untuk dapat menduga besarnya nilai evapotranspirasi. Studi ini bertujuan menganalisa metode yang cocok dan akurat dari beberapa rumus empiris yaitu Thornwhaite, Hargreaves 1974, dan Penman Monteith. Hasil ET0 rumus empiris dibandingkan dengan ET0 hasil pengamatan kemudian dilakukan kalibrasi dengan Uji Efisiensi Nash-Sutcliffe (NSE), Mean Absolute Error (MAE), Kesalahan Relatif (Kr) dan Koefisien Determinasi (R2). Hasil kalibrasi yang paling memenuhi parameter uji merupakan metode yang terpilih. Berdasarkan kalibrasi disimpulkan bahwa metode terpilih adalah Penman Monteith dengan nilai NSE tertinggi 0,977, nilai MAE paling rendah 0,131, nilai R2 tertinggi 0,844 dan nilai Kr paling rendah 3,688%

Kata Kunci: evapotranspirasi rujukan, rumus empiris, kalibrasi, metode terpilih.

ABSTRACT: Reference crop evapotranspiration (ET0) is evapotranspiration on a land by green grass with 8 – 15 cm height or known as crop reference. The amount of evapotranspiration is difficult to measure because there are limited devices in the study site. Therefore it needs suitable and accurate approach method to suppose the reference crop evapotranspiration value. The study aims to analyze the suitable and accurate methods of several empirical equations (Thornwhaite, Hargreaves 1974, and Penman Monteith). The (ET0) resulted from empirical formula compared to (ET0) observation then calibrated with the Nash- Sutcliffe (NSE) efficiency test, Mean Absolute Error (MAE), relative error (KR) and coefficient of determination (R2). The result of the calibration that fullfill the parameter is the selected method. Based on calibration concluded that the selected method was Penman Monteith with the highest NSE value 0,977,, the lowest MAE value 0,131, the highest R2 value 0,844 and the most recent Kr Low 3,688%

Keywords: reference crop evapotranspiration, empirical equations, calibration, selected method.

ABSTRAK: Evapotranspirasi rujukan (ET0) merupakan evapotranspirasi pada suatu lahan yang ditumbuhi rumput hijau setinggi 8 – 15 cm atau disebut dengan tanaman rujukan. Besarnya nilai evapotranspirasi sulit diukur karena keterbatasan alat yang ada pada lokasi studi. Oleh karena itu dibutuhkan metode pendekatan yang cocok dan akurat untuk dapat menduga besarnya nilai evapotranspirasi. Studi ini bertujuan menganalisa metode yang cocok dan akurat dari beberapa rumus empiris yaitu Thornwhaite, Hargreaves 1974, dan Penman Monteith. Hasil ET0 rumus empiris dibandingkan dengan ET0 hasil pengamatan kemudian dilakukan kalibrasi dengan Uji Efisiensi Nash-Sutcliffe (NSE), Mean Absolute Error (MAE), Kesalahan Relatif (Kr) dan Koefisien Determinasi (R2). Hasil kalibrasi yang paling memenuhi parameter uji merupakan metode yang terpilih. Berdasarkan kalibrasi disimpulkan bahwa metode terpilih adalah Penman Monteith dengan nilai NSE tertinggi 0,977, nilai MAE paling rendah 0,131, nilai R2 tertinggi 0,844 dan nilai Kr paling rendah 3,688%

Kata Kunci: evapotranspirasi rujukan, rumus empiris, kalibrasi, metode terpilih.

ABSTRACT: Reference crop evapotranspiration (ET0) is evapotranspiration on a land by green grass with 8 – 15 cm height or known as crop reference. The amount of evapotranspiration is difficult to measure because there are limited devices in the study site. Therefore it needs suitable and accurate approach method to suppose the reference crop evapotranspiration value. The study aims to analyze the suitable and accurate methods of several empirical equations (Thornwhaite, Hargreaves 1974, and Penman Monteith). The (ET0) resulted from empirical formula compared to (ET0) observation then calibrated with the Nash- Sutcliffe (NSE) efficiency test, Mean Absolute Error (MAE), relative error (KR) and coefficient of determination (R2). The result of the calibration that fullfill the parameter is the selected method. Based on calibration concluded that the selected method was Penman Monteith with the highest NSE value 0,977,, the lowest MAE value 0,131, the highest R2 value 0,844 and the most recent Kr Low 3,688%

Keywords: reference crop evapotranspiration, empirical equations, calibration, selected method.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.