ANALISA PERHITUNGAN EVAPOTRANSPIRASI RUJUKAN (ET0) DENGAN BEBERAPA PENDEKATAN EMPIRIS DI STASIUN METEOROLOGI KLAS I JUANDA SURABAYA

Aisyah Visi Murpratiwi, Donny Harisuseno, Widandi Soetopo

Abstract


ABSTRAK: Evapotranspirasi merupakan data hidrologi yang sangat penting untuk menentukan permodelan hidrologi. Oleh karena itu studi ini menganalisa metode perhitungan evapotranspirasi rujukan (ET0), yaitu, Blaney Criddle, Makkink, Thornthwaite, Penman FAO, dan Model Regresi Linier Berganda. Studi ini menggunakan data iklim (Suhu, Kecepatan Angin, Kelembaban Udara, Lama Penyinaran, Tekanan Udara, dan Radiasi Matahari) di Stasiun Meteorologi Klas I Surabaya. Hasil analisa dari studi yaitu menguji dan menentukan metode yang terbaik untuk lokasi studi. Metode terbaik ditentukan melalui beberapa tahapan kalibrasi dan verifikasi. Tahapan tersebut melakukan beberapa pengujian yaitu Nash-Sutcliffe Efficiency (NSE), Root Mean Squared Error (RMSE), Koefisien Determinasi (R2), dan Kesalahan Relatif (Kr). Berdasarkan hasil pengujian, metode yang terbaik adalah model regresi linier berganda yang dipengaruhi 4 data iklim (suhu, kecepatan angin, kelembaban udara, dan lama penyinaran). Sehingga perhitungan evapotranspirasi rujukan (ET0) model regresi linier berganda yang dipengaruhi 4 data iklim dapat diterapkan pada lokasi studi.

Kata Kunci: Evapotranspirasi Rujukan, Blaney Criddle, Makkink, Thornthwaite, Penman FAO, Model Regresi Linier Berganda

 

ABSTRACT:. Evapotranspiration is a hydrological data that is very important for determining hydrological modeling. Therefore this study analyzes the method of calculation reference evapotranspiration (ET0), namely, Blaney Criddle, Makkink, Thornthwaite, FAO Penman, and the Multiple Linear Regression Model. This study uses climate data (Temperature, Wind Speed, Air Humidity, Length of Radiation, Air Pressure, and Solar Radiation) at the Class I Surabaya Meteorological Station. The results of the study analysis are testing and determining the best method for the study location. The best method is determined through several calibration and verification stages. The stages carried out several tests, namely Nash-Sutcliffe Efficiency (NSE), Root Mean Squared Error (RMSE), Determination Coefficient (R2), and Relative Error (Kr). Based on the results of testing, the best method is multiple linear regression models that are influenced by 4 climate data (temperature, wind speed, air humidity, and duration of irradiation). With the result that calculation of reference evapotranspiration (ET0) multiple linear regression model that is influenced by 4 climate data can be applied to the study location.

Keywords: Reference Crop Evapotranspiration, Blaney Criddle, Makkink, Thornthwaite, Penman FAO, Multiple Linear Regression Model.

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.