IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK FISIK DAN MINERALOGI MATERIAL PIROKLASTIK HASIL ERUPSI GUNUNG KELUD DI SUNGAI KALI SAMBONG DESA PANDANSARI KECAMATAN NGANTANG KABUPATEN MALANG SEBAGAI ALTERNATIF MATERIAL TIMBUNAN

Fatan Aristantha, Andre Primantyo Hendrawan, Runi Asmaranto

Abstract


ABSTRAK: Desa Pandansari Kabupaten Malang yang berada dekat dengan Gunung Kelud merupakan salah satu lokasi dengan dampak paling parah akibat erupsi Gunung Kelud pada tahun 2014. Paska erupsi tersebut terdapat deposit melimpah material piroklastik di sepanjang Kali Sambong dekat Desa Pandansari. Sasaran utama pada studi ini adalah untuk menginvestigasi karakteristik fisik dan mineralogi material piroklastik dari Gunung Kelud sebagai material urugan kembali. Dua lokasi pengambilan sampel dipilih: pertama, batu apung dan batuan piroklastik diambil disekitar Jembatan Kali Sambong, lokasi kedua yang terletak sekitar 3-4 km pada bagian hulu Jembatan Kali Sambong diambil 4 sampel material butiran yang lebih halus. Hasil studi ini berdasarkan pengujian analisa saringan terlihat bahwa pecahan batu apung, pecahan batuan piroklastik dan pasir dapat diklasifikasikan sebagai Pasir Halus (A-3) berdasarkan klasifikasi AASHTO. Berdasarkan klasifikasi USCS, sebagian besar sampel piroklastik dapat diklasifikasikan sebagai SW (well graded); hanya 2 sampel pasir dari hulu Jembatan yang diklasifikasikan sebagai SP (poorly graded). Berdasarkan pengujian specific gravity (Gs) pada seluruh sampel diketahui bahwa nilai Gs bervariasi antara 2.522 sampai 2.946 yang berarti sejenis dengan pasir pada umumnya. Berdasarkan pengujian kerapatan dan angka pori pada seluruh sampel diketahui bahwa nilainya juga mirip dengan pasir pada umumnya. Berdasarkan analisa SEM-EDX, terlihat bahwa pada batu apung dan batuan piroklastik memiliki pori-pori yang saling berhubungan, memiliki tekstur yang vesikuler serta kandungan unsur dominan berupa silica (Si). Berdasarkan analisa X-RF, terlihat dari seluruh sampel bahwa silica (Si) merupakan unsur paling dominan dengan prosentase yang berbeda pada setiap sampel. Berdasarkan analisa X-RD, dapat disimpulkan bahwa komposisi senyawa paling dominan adalah Anorthite (Ca (Al,Fe)2 Si2 O8). Berdasarkan analisa AAS, diketahui bahwa senyawa paling dominan adalah SiO2. Dengan klasifikasi batuan standar berdasarkan kandungan silica (SiO2), material piroklastik dari Gunung Kelud diklasifikasikan sebagai asam dengan kandungan silica (SiO2) lebih dari 66%.

Kata Kunci: Material Piroklastik, karakteristik fisik, identifikasi mineralogi, alternatif material timbunan.

ABSTRACT: Pandansari village at Malang Regency was located near Mount Kelud and one of the areas that has been damaged seriously by Mount Kelud eruption in 2014. After the eruption a large of pyroclastic materials has been deposited along Kali Sambong River near from this village. The main objective of this study is to investigate the physical and mineralogy characteristics of pyroclastic materials from Mount Kelud as backfill materials. Two locations of collecting samples were chosen: first, the pumice and other pyroclastic rocks were taken around Kali Sambong Bridge and the second location was located about 3-4 km at upstream of Kali Sambong Bridge to collect 4 samples of finer granular materials. As a result of this study, based on sieve test analysis it is showed that crushed pumice, crushed pyroclastic rock and sand can be classified as sand with the fine grain (A-3) by using AASHTO classification. By using USCS classification, most of pyroclastic samples can be classified as SW (well graded); only samples of sand from upstream are classified as SP (poorly graded sand). From specific gravity (Gs) testing of all samples it is found that the values of Gs are varied in a range of 2.522 to 2.946 which are similar with natural common sand. From density and void ratio from all samples it is observed that their value were also similar with natural common sand. From SEM-EDX analysis, it is seen that pumice and pyroclastic rock have inter-connected vesicular with the dominant element is silica (Si). From X-RF analysis, it is seen from both samples that silica (Si) is the dominant element with different percentage. From X-RD analysis, it can be concluded that the dominant compound is Anorthite (Ca (Al,Fe)2 Si2 O8). From AAS analysis, it is observed that the dominant compound is SiO2, using a simple rock classification based on silica (SiO2) content, the pyroclastic materials from Mount Kelud can be classified as acidic which has more than 66% of silica content.

Keywords: Pyroclastic materials, physical characteristics, mineralogy identification, alternative backfill material.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.