STUDI PERENCANAAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKRO HIDRO (PLTMH) DI SALURAN PRIMER SINDUPRAJA KABUPATEN MAJALENGKA PROVINSI JAWA BARAT

M. Arief Rusdiono, Suwanto Marsudi, Prima Hadi Wicaksono

Abstract


ABSTRAK: Jawa barat merupakan salah satu wilayah dengan kebutuhan listrik yang terus
meningkat dan memerlukan tambahan energi listrik untuk memenuhi energi listrik yang
terus meningkat. Dengan melihat potensi yang ada di Jawa Barat, di Saluran Primer
Sindupraja yang terletak di Kabupaten Majalengka dapat menjadikan pilihan untuk
memperbesar nilai produksi energi listrik dari sektor terbarukan. Agar dapat dimanfaatkan
perlu adanya kajian perencanaan terhadap kelayakan dari sisi teknis dan ekonomi untuk
PLTMH Sindupraja. Berdasarkan hasil perhitungan, debit pembangkit sebesar Q45% =
17,813 m3/detik. Adapun komponen lain meliputi bangunan pengambilan, saluran pembawa,
bak penenang dan pipa pesat. Pipa pesat yang digunakan dengan diameter 2,25 meter dan
ketebalan 11 mm dengan bermaterial baja (welded steel). Setelah itu, terdapat saluran
pembuang (tailrace) yang fungsinya untuk menyalurkan air dari turbin kembali ke saluran.
Turbin yang digunakan berjenis Kaplan dengan 2 unit yang menghasilkan daya sebesar
220,664 kW dan memproduksi energi dalam 1 tahun sebesar 1.928.145,78 kWh. Hasil dari
analisa ekonomi menunjukkan proyek PLTMH Sindupraja layak dibangun dengan
parameter BCR sebesar 1.53, NPV sebesar 7,6 Milyar rupiah, IRR sebesar 10,94% dan
Payback period selama 7,45 atau 7 tahun 4,5 bulan.
Kata kunci: PLTMH, debit, pipa pesat, listrik, analisa ekonomi
ABSTRACT: West Java is one of the area with increasing of electricity demand and require
additional electrical energy to fullfil the growing electrical energy. By looking at the
potential that existed in West Java, the Sindupraja channel located in the district Majalengka
can be an option to increase the value of electricity production from renewable sectors.
In order to be utilized, there needs of designing from technical and economic feasibility of
PLTMH Sindupraja. From the calculation, plant discharge (Q45) to be 17,813 m3/s. There
are the components such as intake, headrace, forebay and penstock. Penstock used 2,25 m
of diameter and 11 mm of thickness with the welded steel material. Then, there is a tailrace
that will transmit the water from turbine back to channel. The selected turbines are 2 units
of Kaplan type, with the 220,664 kW power produced and 1.928.145,78 kWh energy
produces in a year. The result of economic analysis, the project is feasible with BCR = 1,53,
NPV = 7,6 Billion rupiahs, IRR = 10,94%, and payback period within 7,45 or 7 years and
4,5 month.
Keyword: Hydropower, flow, penstock, electric, economic analysis

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.