ANALISA KELAYAKAN EKONOMI PEMBANGUNAN EMBUNG HUTANAMORA DI KABUPATEN TOBA SAMOSIR PROVINSI SUMATERA UTARA

Danny Agustha Pratama Putra, Ussy Andawayanti, Rahma Dara Lufira

Abstract


Kabupaten Balige termasuk kabupaten yang memiliki kekayaan alam yang cukup melimpah, memiliki topografi pegunungan membuat kabupaten balige mempunyai banyak potensi pemanfaatan air permukaan. Untuk memaksimalkan kekayaan alam tersebut maka dinas terkait membangun Embung di beberapa kecamatan, salah satunya embung Hutanamora yang terletak di Dusun Hutamanora. Kabupaten Balige memiliki tujuan agar dapat memaksimalkan pengembangan lahan, baik untuk suplai air baku maupun irigasi pada saat musim kemarau ataupun musim hujan. Adapun tujuan dari analisa studi ini adalah untuk mengetahui kelayakan secara teknis yang meliputi (necara air, desain bangunan, dan dampak lingkungan pembangunan embung) dan ekonom (meliputi besarnya manfaat, biaya, rasio manfaat-biaya, selisih manfaat-biaya, IRR, dan analisis sensitivitas). Studi dilakukan dengan mengumpulkan data-data (jumlah penduduk, curah hujan, klimatologi, desain perencanaan embung, pola tata tanam lahan, biaya investasi, biaya operasional, dan hasil budidaya pertanian daerah setempat). Hasil studi diperoleh biaya pembangunan Embung sebesar Rp. 12.824.800.000,00,- dengan volume tampungan air efektif sebesar 58.265 m3. Setelah adanya embung suplai air baku dapat di manfaatkan masyarakat dengan keuntungan Rp 3.273.246.000,00 per tahun Sedangkan pola tanam adalah padi-padi-palawija dengan hasil panen Rp 1.190.402.000,00-/ha per tahun. Total pengembangan lahan setelah adanya embung sebesar 100 Ha. Hasil analisis ekonomi dengan tingkat bunga 11% diperoleh nilai B-C sebesar Rp 20.390.093.200,00.00,- , nilai B/C = 2,35, nilai IRR = 36,70%. Berdasarkan parameter tersebut maka proyek ini layak untuk dibangun.

Kata kunci: analisa ekonomi, irigasi, air baku

Balige regency, including the regency which has abundant natural wealth, has mountain topography making Balige district has a lot of potential for surface water utilization. To maximize this natural wealth, the related agencies built Embung in several sub-districts, one of which is the embankment of Hutanamora which is located in Hutamanora Hamlet. Balige Regency has a goal to maximize land development, both to supply raw water and irrigation during the dry season or rainy season. The purpose of the analysis of this study is to determine the technical feasibility which includes (water supply, building design, and environmental impact of embung development) and economists (including the magnitude of benefits, costs, benefit-cost ratio, benefit-cost difference, IRR, and analysis sensitivity). The study was conducted by collecting data (population, rainfall, climatology, embung planning design, land planting pattern, investment costs, operational costs, and local agricultural cultivation). The study results obtained Embung construction costs of Rp. 12,824,800,000.00, - with an effective water storage volume of 58,265 m3. After the embung of raw water supply can be utilized by the community with a profit of Rp. 3,273,246,000.00 per year. While the cropping pattern is paddy-rice-crops with a yield of Rp. 1,190,402,000.00- / ha per year. Total land development after a reservoir of 100 ha. The results of economic analysis with an interest rate of 11% obtained B-C value of Rp. 20,390,093,200.00.00, -, the value of B / C = 2.35, the value of IRR = 36.70%. Based on these parameters, this project is feasible to be built.

Keywords: economic analysis, irrigation, raw water

 


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.