Studi Perencanaan Peletakan Inlet dan Outlet pada PLTG/MG Pontianak Peaker (100MW) dengan Simulasi Penyebaran Panas Menggunakan Program Aplikasi SMS 12.1 (Surface Water Modeling System)

Bobly Ashar Verbiansyah, Suwanto Marsudi

Abstract


Direncanakan Inlet untuk PLTG/MG Pontianak Peaker 100MW yang berada satu area dengan PLTU Pontianak 110MW oleh karena itu perletakan inlet intake harus di upayakan untuk tidak terpengaruh oleh outlet buangan air PLTU Pontianak eksisting. Inlet PLTG/MG Pontianak Peaker harus menjauhi suhu panas dari buangan air condenssor, Dikarenakan pengambilan air inlet tidak boleh melebihi 2°C dari suhu air sungai normal dengan suhu ratarata 25ºC. Oleh karena itu diperlukan analisa simulasi model material dengan software SMS 12.1 untuk mengetahui pola aliran dan pola sebaran panas. Simulasi permodelan pola aliran sungai dalam software 12.1 mengunakan tahapan model RMA2, dan RMA4. Temperatur air pada titik outlet adalah 7°C lebih tinggi dari pengukuran suhu air pada titik tersebut. Suhu ratarata air sungai adalah 25,2°C dengan demikian dalam penelitian ini suhu air di titik outlet dari PLTU Pontianak 110MW disimulasikan untuk suhu 32,2°C (25,2°C + 7°C = 32,2°C). Kecepatan angin dari selatan ke utara adalah 8,23 m/det, angin dari timur barat adalah 7,20 m/det, angin dari utara ke selatan adalah 8,23 m/det, dan angin dari barat ke timur  adalah 7,72 m/det. Pola sebaran panas di bagi menjadi dua skenario, yaitu skenario saat pasang dan skenario saat surut. Titik tinjau dalam studi terdiri dari 21 titik tinjau mulai dari titik abjad A sampai titik U, pada masing-masing titik tinjau didapatkan suhu yang berbeda-beda. Titik tinjau B adalah titik  tinjau yang suhunya memungkinkan untuk ditempatkan inlet berikut suhu pada titik tinjau B, pada skenario pasang angin dari utara di titik tinjau B sebesar 25,2°C, angin dari barat di titik tinjau B sebesar 25,1°C, angin dari selatan di titik tinjau B sebesar 26,3°C, dan angin dari timur di titik tinjau B sebesar 28,2°C. pada skenario surut angin dari utara di titik tinjau B sebesar 25,2°C, angin dari barat di titik tinjau B sebesar 25,0°C, angin dari selatan di titik tinjau B sebesar 28,5°C, dan angin dari timur di titik tinjau B sebesar 28,4°C. Dari hasil analisa dapat dipertimbangkan untuk peletakan inlet PLTG/MG Pontianak Peaker 100MW yaitu pada titik tinjau B dalam titik tersebut didapatkan suhu tertinggi sebesar 28,5°C

Kata kunci: PLTG/MG, SMS 12.1 (Surface Water Modeling System), Pola aliran, Pola  penyebaran panas

Planned Inlet to PLTG/MG a 100MW Peaker Pontianak is one area with PLTU Pontianak 110MW therefore they saw the inlet intake should be strive to not affected by waste water outlet to PROVIDE existing Pontianak. PLTG inlet/MG Pontianak Peaker should steer clear of the hot temperature of the waste water condenssor, water uptake due to inlet must not exceed 2 ° C of the temperature of a normal river water with an average temperature of 25ºc. It is therefore necessary the analysis of simulation model of material with the SMS software 12.1 to know flow pattern and heat distribution pattern. Simulation modeling of river flow patterns in software 12.1 use stages model RMA2, RMA4 and. Water temperature at the outlet point is 7 ° C higher than the temperature measurement of the water at that point. The average temperature of the water of the river is 25.2 ° C thus in this research the water temperature at the outlet from the Pontianak PLTU 110MW simulated for temperature 32.2 ° C (25.2 ° C + 7 ° C = 32.2 ° C). Wind speed from South to North is 8.23 m/sec, wind from the East, the West was 7.20 m/sec wind, from North to South is 8.23 m/sec, and the wind from West to East is 7.72 m/sec heat distribution Pattern. is divided into two scenarios, i.e. scenario when plug it in and the scenario at low tide. The point of the review in the study consisted of a 21-point review starting from point A to point alphabet U, at each point of the review was obtained by varying temperature. Point B is the point of review review where temperature allows to place the inlet temperature at the point in the following review B, on the scenario pairs of wind from the North at the point B review of 25.2 ° C, wind from the West at the point B review of 25.1 ° C, wind from the South at the point of the review B amounting to 26.3 ° C, and the wind from the East at the point of the review B amounted to 28.2 ° C. at low tide from the North wind scenarios in point B review of 25.2 ° C, wind from the West at the point B review of 25,0 ° C, wind from the South at the point of the review B amounting to 28.5 ° C, and the wind from the East at the point B review of 28.4 ° C. From the results of the analysis can be considered for placement of PLTG inlet/MG Pontianak Peaker 100MW in point B in the review that point amounting to highest temperature obtained 28.5 ° C

Key words: PLTG / MG, SMS 12.1 (Surface Water Modeling System), flow pattern, thermal   dispersion pattern


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.