STUDI SIMULASI DEBIT DAN EROSI LAHAN PADA SUNGAI WARNASI MENGGUNAKAN AVSWAT 2000 SEBAGAI DATA PERENCANAAN PLTM WARKAPI

Muhammad Yusuf Astriyadi, Suwanto Marsudi

Abstract


Saat ini Kabupaten Manokwari dalam masa pembangunan, dukungan energi listrik sangat penting karena jika sampai terjadi pemadaman ataupun krisis listrik akan mengahambat pembangunan tersebut. Kerusakan DAS yang terjadi mengakibatkan kondisi kuantitas (debit) air sungai menjadi fluktuatif antara musim penghujan dan kemarau. Studi analisa debit dan erosi lahan pada DAS Warkapi yang memiliki luas 10458,875 ha menggunakan AVSWAT 2000. Hasil analisis menunjukkan bahwa, Debit bulan januari sebesar 3,549 m3/dt, bulan februari sebesar 3,467 m3/dt, bulan maret sebesar 3,729 m3/dt, bulan agustus sebesar 6,434 m3/dt, bulan september sebesar 5,630 m3/dt, bulan oktober sebesar 6,624 m3/dt, bulan november sebesar 4,961 m3/dt, dan pada bulan desember sebesar 3,525 m3/dt. Analisa pendugaan erosi, limpasan, dan sedimen pada tahun 2007 sampai dengan tahun 2016 rata-rata telah terjadi erosi sebesar 2,692 ton/ha/tahun atau 0,094 mm/tahun, limpasan sebesar 21,303 ton/tahun atau 0,747 mm/tahun, dan sedimen sebesar 11238,558 ton/tahun atau 0,038 mm/tahun. Hasil analisa IBE (Indeks Bahaya Erosi) DAS Warkapi memiliki 4 kriteria kekritisan lahan. Pertama adalah lahan dengan IBE rendah dengan jumlah luasan sebesar 3753,2501 ha. Kedua adalah lahan dengan IBE sedang dengan jumlah luasan 10458,875 ha. Ketiga adalah lahan dengan IBE tinggi dengan jumlah luasan 5585,0625 ha. Keempat adalah lahan dengan IBE sangat tinggi dengan jumlah luasan 1120,5625 ha.

Kata kunci: DAS, debit, erosi, sedimen, limpasan, hujan, AVSWAT 2000

Currently Manokwari District in the development period, the support of electric energy is very important because if there is a blackout or electricity crisis will impede the development. Damage to the watershed that resulted in the condition of the quantity (discharge) river water to fluctuate between the rainy season and drought. Analysis of land discharge and erosion analysis in the Warkapi watershed which has an area of 10458,875 ha using AVSWAT 2000. The results of the analysis show that, January's debit is 3,549 m3/sec, February is 3,467 m3/sec, March is 3,729 m3/sec, August is 6,434 m3/sec, September is 5,630 m3/sec, October is 6,624 m3/sec, November is 4,961 m3/sec, and in December it is 3,525 m3/sec. Analysis of erosion, runoff, and sediment estimation in 2007 to 2016 had an average erosion of 2.692 tons/ha/year or 0.094 mm/year, runoff of 21.303 tons/year or 0.747 mm/year, and sediment of 11238 558 tons/year or 0.038 mm/year. Warkapi Watershed Hazard Index (IBE) analysis results have 4 criteria of land criticality. First is land with low IBE with total area of 3753,2501 ha. Second is land with moderate IBE with total area 10458,875 ha. Third is land with high IBE with total area 5585,0625 ha. Fourth is land with very high IBE with total area 1120,5625 ha.

Keywords: watershed, discharge, erosion, sediment, runoff, rain, AVSWAT 2000.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.