STUDI PERENCANAAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MINI HIDRO BATU BALAI KECAMATAN AIR NIPIS KABUPATEN BENGKULU SELATAN

Abdan Izzan Ghafara, Pitojo Tri Juwono

Abstract


ABSTRAK : Desa Batu Balai yang terletak di Kecamatan Air Nipis, Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu yang dilewati Sungai Bengkenang mampu mengalirkan debit yang dapat diandalkan sepanjang tahunnya. Pemanfaatan sungai tersebut belum begitu maksimal meskipun ada beberapa pemanfaatan air sebagai sumber air irigasi dan kebutuhan air baku, namun sejatinya tetap tidak maksimal mengingat debitnya yang ideal untuk sumber pembangkit listrik. Pemanfaatan Sungai Bengkenang sebagai sumber Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) dapat dilakukan, dengan melakukan studi untuk mengetahui kelayakan dari aspek teknis dan ekonomi. Hasil kajian yang dilakukan menunjukkan bahwa debit andalah yang digunakan yaitu Q40% = 6,234 m3/dt dan debit rancangan yang digunakan Q100th = 343,504 m3/dt. Bangunan pendukung yang digunakan yaitu bendung mercu bulat, kolam olak bak tenggelam, intake, saluran transisi, sandtrap, waterway , surge tank, penstock, tailrace. Pada waterway dan penstock digunakan pipa bertekanan, dengan jenis pipa Glass Fiber Reinforced Plastic (GRP), diameter waterway sebesar 1,80 m dengan ketebalan sebesar 20,85 mm dan diameter penstock utama sebesar 1,6 m dengan ketebalan sebesar 18,00 mm. Dengan tinggi jatuh efektif sebesar 42,877m didapat kapasitas terpasang yaitu 2  1,10 MW menggunakan turbin francis sumbu horisontal. Energi yang mampu dihasilkan yaitu sebesar 12,18 GWh dengan faktor kapasitas sebesar 63,19%. Dari analisa kelayakan ekonomi yang dilakukan dengan menggunakan beberapa parameter kelayakan yaitu BCR = 1,599 , NPV = Rp 76.725.259.450,03, IRR = 11,53%, dan Payback Periode = 5 tahun 8 bulan 12 hari.Kata kunci : PLTM, daya dan energi, debit andalan, GRP, kelayakan ekonomi

ABSTRACT : Batu Balai Village which is located in Air Nipis district, South Bengkulu Regency, Bengkulu Province which is passed by Bengkenang River is able to drain reliable discharge throughout the year. The utilization of the river is not yet maximal although there are several uses of water as an irrigation and raw water needs, but in fact it is still not optimal considering the ideal discharge for the source of power plant. Utilization of Bengkenang River as a source of Minihydro Power Plant can be done, by doing studies to determine the feasibility of technical and economic aspects. The results of the study showed that dependable discharge was Q40% = 6,234 m3/s and the designed flood discharge used by Q100th = 343,504 m3/s. Supporting buildings used are rounded crest dams, submerged bucket type, intakes, feeder canal, sandtrap, waterway, surge tanks, penstock, and tailrace. Pressurized pipes are used in the waterway and penstock, with Glass Fiber Reinforced Plastic (GRP) pipe type, diameter of waterway is 1,80 m with 20,85 mm of thickness and main penstock diameter is 1,6 m with 18,00 mm of thickness. With an effective head of 42,877 m, the installed capacity is 2  1,10 MW using a Francis turbine with horizontal axis. The energy that can be produced is 12,18 GWh with a capacity factor of 63.19%. From the economic feasibility analysis by using several economical parameters that is BCR = 1,599, NPV = Rp 76.725.259.450,03, IRR = 11.53%, and Payback Period = 5 years 8 months and 12 days.Keyword : Minihydro Power Plant, power and energy, dependable discharge, GRP, economicfeasability


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.