PEMETAAN POLA ALIRAN DAN INDEKS KUALITAS AIR TANAH DI KECAMATAN TANGGULANGIN KABUPATEN SIDOARJO SEBAGAI DAMPAK KEBERADAAN LUMPUR SIDOARJO

Dien Rifki, Hari Siswoyo

Abstract


ABSTRAK: Lumpur Sidoarjo yang telah ada selama 12 tahun memberi dampak bagi daerah di sekitar genangan lumpur tersebut, terutama di wilayah Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo. Kondisi tersebut sangat berpengaruh pada lingkungan sekitarnya terutama terhadap kualitas air pada sumur penduduk yang biasa digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Penelitian ini dilakukan atas dasar bahwa sumur gali milik penduduk telah mengalami pencemaran, baik dari aspek warna, rasa, ataupun bau. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk memetakan pola aliran dan indeks kualitas air tanah yang ada di wilayah Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo. Dalam penelitian ini dilakukan survei pada 3 sampai dengan 4 sumur setiap desa untuk mendapatkan elevasi muka air tanah yang digunakan sebagai dasar penggambaran pola aliran air tanah. Pengambilan contoh air tanah dari sumur penduduk dilakukan terhadap sumur-sumur penduduk yang melewati jalur aliran air tanah dengan parameter kualitas air yang diamati yaitu TDS, Kekeruhan, pH, Fe, Cl-, F-, NO3-, CaCO3. Nilai-nilai parameter yang sudah diukur dan diuji di laboraorium digunakan untuk menentukan kualitas air tanah dengan menggunakan metode Weighted Arithmetic Water Quality Index (WAWQI). Dari hasil penelitian ini didapatkan 9 jalur aliran air tanah yang secara umum mengalir menjauhi genangan Lumpur Sidoarjo. Berdasarkan perhitungan WAWQI dapat diinterpretasikan bahwa Desa Kedensari, Boro, dan Banjarpanji memiliki tingkat kualitas air tanah yang Sangat Baik. Desa Ganggangpanjang memiliki tingkat kualitas air tanah yang Buruk, Desa Gempolsari memiliki kualitas air tanah yang Sangat Buruk, dan 12 desa lainnya yaitu Desa Kalisampurno, Desa Ketegan, Desa Randegan, Desa Kludan, Desa Kalitengah, Desa Kalidawir, Desa Ngaban, Desa Putat, Desa Sentul, Desa Penatarsewu, Desa Banjarasri, dan Desa Kedunbanteng memiliki tingkat kualitas air tanah yang Tidak Layak untuk Air Minum.

Kata Kunci: air tanah, pola aliran, kualitas air, Lumpur Sidoarjo

ABSTRACT: The occurrence of mud in Sidoarjo 12 years ago has created strong impact toward its surrounding areas, particularly in Sub-district Tanggulangin, Sidoarjo Regency. This condition also affects the surrounding areas, particularly the groundwater quality of people’s wells that commonly used for daily needs. This study was done based on the information that public’s wells has been polluted in its color, taste or smell. Objectives of this study were to map groundwater flow pattern and quality index in the territory of sub-district Tanggulangin, Sidoarjo Regency. In this study sampling survey was taken from 3 to 4 wells in each village in order to obtain location coordinates and land surface elevation of each well to be used as the basis to produce groundwater contour map. Groundwater sampling from wells would be taken from wells which pass through groundwater flow path along with its observed water quality parameters such as TDS, turbidity, pH, Fe, Cl-, F-, NO3-, CaCO3. Measured and tested values in these laboratories would be used to determine the groundwater quality by using Weighted Arithmetic Water Quality Index (WAWQI) method. Based on the results of this study, it can be said that groundwater flow pattern in sub-district Tanggulangin was flowing away from Sidoarjo Mud. Based on the analysis result using Weighted Arithmetic Water Quality Index (WAWQI), Kedensari village, Boro village and Banjarpanji village were villages with ‘very good’ groundwater quality. Ganggangpanjang village has ‘poor’ groundwater quality and Gempolsari village has ‘very poor’ groundwater quality. Meanwhile, other 12 villages in sub-district Tanggulangin has ‘inappropriate drinking water’ quality, such as Kalisampurno village, Ketegan village, Randegan village, Kludan village, Kalitengah village, Kalidawir village, Ngaban village, Putat village, Sentul village, Penatarsewu village, Banjarasri village and Kedunbanteng village.

Keywords: groundwater, flow pattern, water quality, Sidoarjo Mud


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.