PERBANDINGAN HASIL KEKERINGAN MENGGUNAKAN METODE THEORY OF RUN DAN THORNTHWAITE MATHER DI DAS REJOSO KABUPATEN PASURUAN

Faizah Fitriah, Donny Harisuseno

Abstract


ABSTRAK: Kabupaten Pasuruan merupakan salah satu daerah yang setiap tahunnya dilanda oleh kekeringan.  Dilakukan studi lebih lanjut yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kekeringan dan sebarannya.  Metode indeks kekeringan yang digunakan adalah Theory of Run dan Thornthwaite Mather.  Analisa kesesuaian hasil indeks kekeringan dilakukan dengan membandingkan pola debit.  Data yang dibutuhkan dalam studi ini adalah data hujan, data debit, peta batas DAS Rejoso, peta stasiun hujan, peta administrasi, peta jenis tanah, dan peta tata guna lahan.  Hasil analisa kekeringan diaplikasikan dengan membuat peta sebaran menggunakan ArcGIS 10.4.  Metode Theory of Run menunjukkan durasi kekeringan terpanjang 13 bulan dan jumlah kekeringan terbesar 867,3 mm.  Metode Thornthwaite Mather menunjukkan indeks kekeringan rerata terbesar adalah 94,55%.  Analisa kesesuaian dengan perbandingan pola debit  menunjukkan Thornthwaite Mather memiliki kesesuaian yang baik untuk digunakan di DAS Rejoso yaitu 70%.  Selama 10 tahun (2007-2016), sedangkan secara administrasi kekeringan terjadi di 105 dari 140 desa di 10 kecamatan pada bulan Agustus dan September.

Kata kunci: kekeringan, Theory of Run, Thornthwaite Mather, debit, sebaran kekeringan

ABSTRACT: Pasuruan regency is one of the areas that each year is hit by drought. Further study was conducted to determine the level of drought and its distribution. The drought index method used is Theory of Run and Thornthwaite Mather. Analysis of the suitability of drought index results is done by comparing the discharge pattern. Data required in this study are rainfall data, discharge data, Rejoso watershed boundary map, rainfall station map, administration map, land type map, and land use map. The result of drought analysis was applied by making split map using ArcGIS 10.4. Theory of Run method shows the longest duration of 13-month duration of dryness and 867.3 mm. The Thornthwaite Mather method showed the largest average dryness index was 94.55%. Comparison analysis with the comparison of debit pattern shows that Thornthwaite Mather has good suitability to be used in Rejoso Watershed which is 70%. For 10 years (2007-2016), while drought administration occurred in 105 of 140 villages in 10 sub-districts in August and September.

 Key words: drought, Theory of Run, Thornthwaite Mather, discharge, drought distribution

 


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.